Boat Mahasiswa Terjebak Ombak
Ombak Berkecamuk di Laut, Ikan jadi Langka di Aceh Singkil
"Ikan langka, kalau pun ada mahal," kata Ridwan, warga Gosong Telaga, Singkil Utara, Sabtu (10/10/2020).
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
"Ikan langka, kalau pun ada mahal," kata Ridwan, warga Gosong Telaga, Singkil Utara, Sabtu (10/10/2020).
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ombak berkecamuk di laut Aceh Singkil, menyusul hujan angin sejak lima hari terakhir.
Kondisi itu menyebabkan, nelayan tidak bisa melaut untuk menangkap ikan.
Sebab dalam kondisi cuaca buru,k sangat beresiko jika memaksa melaut.
Selain gelombang besar yang sewaktu-waktu bisa mengarahkan perahu, jarak pandang nelayan juga terbatas.
Hal itu terjadi, karena hujan turun sangat deras.
Imbas nelayan tak melaut, ikan menjadi langka di Aceh Singkil.
• Beras Bantuan Kemensos untuk Warga Miskin Disalurkan Hingga Oktober, Ongkos Antar Dibayar Rekanan
Jika pun ada, merupakan ikan stok lama.
"Ikan langka, kalau pun ada mahal," kata Ridwan, warga Gosong Telaga, Singkil Utara, Sabtu (10/10/2020).
Berkecamuknya ombak, juga menyebabkan transportasi Singkil-Pulau Banyak dan sebaliknya yang dilayani kapal kayu tak bisa berlayar.
Boat KM Ela Riezki dengan penumpang mahasiswa yang coba berlayar dari Singkil ke Pulau Banyak, harus putar haluan kembali ke Singkil.
Setelah sejam pelayaran tiba-tiba angin turun kencang, memicu terjadinya ombak besar.
Dikisahkan, awal perjalanan cuaca di laut tenang, matahari pun cerah.
Keceriaan pun terpancar dari puluhan mahasiswa asal Medan, Sumatera Utara, yang jadi penumpang kapal.
Apalagi, mayoritas baru pertama kali mengarungi lautan.
• PASKA Aceh Minta Pemerintah Hidupkan Kembali Posko Gampong untuk Cegah Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/boat-penangkap-ikan-bertambat-di-dermaga-jembatan-tinggi-pulo-sarok-singkil.jpg)