Jumat, 8 Mei 2026

Kesehatan

Penderita Asam Lambung Apa Bisa Minum Susu? Begini Penjelasannya

Asupan ini jamak disajikan dalam bentuk minuman, atau campuran bahan pembuatan makanan.

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Tribun Medan
Foto - Ilustrasi 

Dengan begitu, kinerja otot yang berfungsi sebagai klep pengontrol cairan di lambung agar tidak naik ke kerongkongan ini terganggu atau tidak optimal. Penelitian kecil yang melibatkan 18 penderita gangguan asam lambung membuktikan, rutin mengasup kalsium dapat meningkatkan kinerja otot sfingter esofagus bagian bawah pada separuh objek penelitian.

Selain kalsium, protein yang terkandung dalam susu juga potensial bisa membantu mengatasi penyakit asam lambung.

Studi yang melibatkan 217 penderita gangguan asam lambung membuktikan, orang yang rutin makan makanan tinggi protein, penyakitnya cenderung jarang kambuh. Menurut peneliti, protein membantu mengatasi gejala asam lambung naik karena merangsang sekresi gastrin.

Gastrin adalah hormon yang bisa meningkatkan fleksibilitas kontraksi otot sfingter esofagus bagian bawah dan mendorong pengosongan lambung. Makanan yang terlalu lama mengendap di lambung bisa membuat produksi asam lambung meningkat.

Mudarat susu untuk penderita asam lambung

Selain potensial bermanfaat bagi penderita penyakit asam lambung, susu juga dianggap berdampak buruk bagi penderita gangguan pencernaan ini.

Pasalnya, kandungan gastrin dalam protein susu di sisi lain justru memicu sekresi asam lambung. Dengan begitu, zat ini bisa memantik gejala asam lambung naik seperti munculnya rasa terbakar atau panas di perut atas dan menjalar sampai ke dada.

Tak hanya kalsium dan protein, peran lemak dalam susu tidak boleh diabaikan. Secangkir susu murni mengandung delapan gram lemak.

Penelitian menunjukkan, asupan berlemak bisa memicu penyakit asam lambung. Asupan tinggi lemak dapat mengendurkan otot sfingter esofagus bagian bawah, dan membuat asam lambung naik ke kerongkongan tanpa kendali.

Selain itu, lemak juga membutuhkan waktu yang lebih lama dicerna ketimbang protein dan karbohidrat. Sehingga, asupan ini lebih lama singgah di lambung.

Pengosongan perut yang lebih lama dapat menyebabkan asam lambung naik dan menimbulkan gejala lebih parah.

Penelitian terkait susu dan penyakit asam lambung kontradiktif atau berlawanan dengan kekhawatiran sejumlah orang bahwa susu biang asam lambung naik.

Kendati demikian, kandungan lemak dan protein dalam susu yang rentan bagi sebagian penderita asam lambung tak boleh diabaikan. Melansir NDTV, selama ini memang belum ada bukti atau penelitian khusus yang menyebut susu dan produk susu bisa membuat asam lambung naik.

Sehingga, tidak ada rekomendasi khusus apakah penderita asam lambung boleh atau tidak minum susu. Penderita penyakit asam lambung ada baiknya melihat kondisi tubuhnya saat minum susu. Untuk meminimalkan risiko, pilih jenis susu minim lemak dan porsinya tak berlebihan.

Minum susu kemungkinan bisa membuat penyakit asam lambung kambuh apabila diminum bersamaan dengan kopi, teh, atau cokelat yang mengandung kafein.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved