Rabu, 13 Mei 2026

Konflik Perbatasan

Siprus Turki Tuntut Haknya Secara Adil di Mediterania Timur

Peta kontroversial itu digunakan sebagai alat untuk mengisolasi Turki dengan mengabaikan wilayah maritim di luar Teluk Antalya, selatan Turki.

Tayang:
Editor: Taufik Hidayat
Fatih Akta? - Anadolu Agency
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglul memperlihatkan peta yang disebut "Peta Seville" saat berbicara dalam panel "Peran Turki di Keamanan Kawasan dan Global" di Forum Keamanan Global Bratislava (GLOBSEC), di Bratislava, Slovakia, pada 8 Oktober 2020. 

Siprus terpecah sejak 1974 ketika kudeta Siprus Yunani diikuti oleh kekerasan terhadap Turki di pulau itu dan intervensi Ankara sebagai kekuatan penjamin.

Ketegangan telah meningkat selama berbulan-bulan di Mediterania Timur, karena Yunani mempermasalahkan hak Turki untuk eksplorasi energi.

Turki - negara yang memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania - mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, menegaskan haknya sendiri di wilayah tersebut serta hak milik Republik Turki Siprus Utara.

Yunani mengklaim teritorial maritim yang maksimal berdasarkan pulau-pulau kecil hanya beberapa kilometer dari pantai Turki.

Untuk menurunkan ketegangan, Ankara telah menyerukan dialog dan negosiasi untuk memastikan pembagian yang adil dari sumber daya kawasan.(AA)

Presiden Rusia Undang Menlu Azerbaijan dan Armenia untuk Pembicaraan Damai

Dalam Omnibus Law UU Ciptaker, Dividen yang Diinvestasikan Kembali Akan Dibebaskan dari Pajak

Luhut dan Mahfud MD Tuding Demo UU Cipta Kerja Ditunggangi, Demokrat Beri Klarifikasi

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved