Sabtu, 25 April 2026

Internasional

India Tolak Klaim Perbatasan Ladakh 1959, China Tebar Perang Psikologis

Pemerintah India akan meminta tanggapan China pada pertemuan komandan militer ke-7 pada 12 Oktober 2020 di Ladakh.

Editor: M Nur Pakar
Foto: ANI
Tentara India mengoperasikan tank T-90 Bhishma dekat Garis Kontrol Aktual daerah Chumar-Demchok di Ladakh Timur pada Minggu (27/9/2020). 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Pemerintah India akan meminta tanggapan China pada pertemuan komandan militer ke-7 pada 12 Oktober 2020 di Ladakh.

Ssetelah secara resmi menolak klaim China secara sepihak pada tahun 1959 tentang persepsinya tentang Garis Kontrol Aktual (LAC) Ladakh pada pembicaraan tingkat diplomatik pada 30 September.

Pendirian India dengan tegas disampaikan oleh Sekretaris Bersama (Asia Timur) kepada mitranya dari China pada putaran ke-19 Mekanisme Kerja untuk Konsultasi dan Koordinasi (WMCC) urusan perbatasan India-China.

Pihak China tetap menggali klaim maksimalis LAC tahun 1959 pada malam pertemuan WMCC, lansir HindustanTimes, Sabtu (10/10/2020).

Tetapi India menjelaskan mereka telah menolak klaim kartografi segera setelah dibuat oleh Perdana Menteri China saat itu Chou En-Lai kepada perdana menteri saat itu. Jawaharlal Nehru melalui surat pada 7 November 1959.

VIDEO Hampir Setahun Ditahan di India, Tiga Nelayan Aceh Tiba di Tanah Rencong

Diplomat India dengan tegas menegaskan China telah menduduki lebih dari 33.000 km tanah di daerah Aksai Chin dan 5.180 km persegi Lembah Shaksgam lainnya secara ilegal yang diserahkan oleh Pakistan pada 1963.

Pihak China tidak memiliki jawaban meyakinkan atas penolakan India.

Pada pertemuan komandan militer minggu depan, India mengharapkan China mengemukakan posisi mereka pada persepsi LAC untuk menyelesaikan kebuntuan di enam titik gesekan di sepanjang garis perbatasan 1.597 km di Ladakh.

Pihak India akan diwakili oleh Komandan Korps XIV Letnan Jenderal Harinder Singh yang berhenti dari jabatannya pada 14 Oktober 2020.

Komandan Letjen PGK Menon dan sekretaris bersama kementerian luar negeri Naveen Srivastava.

Pihak China akan diwakili oleh komandan militer Xinjiang Selatan.

Kamboja Larang China Gunakan Pangkalan Angkatan Laut Negaranya

Tidak ada tanda Komandan Teater Barat Tentara Pembebasan Rakyat, Jenderal Zhao Zongqi, juga akan berhenti menjabat.

Dia telah melewati usia pensiun 65 tahun April ini.

Masa jabatan Jenderal Zhao telah menyaksikan agresi PLA di Doklam pada 2017 dan di Ladakh tahun ini.

Menurut komandan militer tertinggi, tidak ada perubahan situasi darat di Ladakh dengan kedua pasukan saling berhadapan di titik-titik yang diperebutkan dan tidak ada penarikan mundur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved