Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Kasus Virus Corona India Melampaui 7 Juta Orang, Para Ahli Keluarkan Peringatkan

Kasus virus Corona India melampaui 7 juta orang pada Minggu (11/10/2020) dengan sejumlah kasus baru menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/SAM PANTHAKY
Relawan Kesadaran Covid-19' (kanan) mengukur suhu tubuh untuk memeriksa pasien yang terinfeksi kusta sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan umum untuk semua narapidana di pusat rehabilitasi Gandhi Leprosy Seva Sangh, di Ahmedabad, India, Minggu (11/10/2020) 

India memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi yaitu 85% dengan kasus aktif di bawah 1 juta, menurut Kementerian Kesehatan India.

Pejabat kesehatan telah memperingatkan tentang potensi penyebaran virus selama musim festival keagamaan yang akan datang, yang ditandai dengan pertemuan besar di kuil dan pusat perbelanjaan.

Faktor krusial adalah orang-orang yang memakai masker dan menjaga jarak yang aman.

Dr. SP Kalantri, Direktur Rumah Sakit di Desa Sevagram, negara bagian Maharashtra barat yang paling parah terkena dampak mengatakan orang-orang di desanya telah berhenti memakai masker.

Mushaf Al-Quran Tulisan Tangan dari Aceh yang Mendunia

Bahkan, tidak lagi menjaga jarak atau mencuci tangan secara teratur.

Dia menambahkan bahwa orang sakit masih dibawa ke rumah sakit.

Sumber daya kesehatan India sedikit terbagi dengan buruk di seluruh negeri.

Hampir 600 juta orang India tinggal di daerah pedesaan, dan dengan virus yang menyerang pedalaman India yang luas, para ahli khawatir rumah sakit bisa kewalahan.

“Jika kami mampu berperilaku baik dalam hal jarak fisik dan masker, mungkin awal tahun depan kami harus bisa kembali normal," kata Guleria.

Dia menambahkan COVID-19 tidak akan berakhir tetapi akan berada di bawah kendali yang wajar dengan perjalanan dan hal-hal lain menjadi lebih mudah dan orang-orang relatif lebih aman.

Pensiunan ahli virus Dr. T. Jacob John mengatakan ada kecenderungan yang meningkat di antara orang India untuk tidak memakai masker atau menjaga jarak.

Media sosial telah memperparah masalah dengan menyebarkan informasi yang salah dan pengobatan palsu.

“Dan akibatnya, orang-orang sudah muak dan mulai membuat kesimpulan sendiri,” kata John.

Secara nasional, India menguji lebih dari 1 juta sampel per hari, melebihi tolok ukur Organisasi Kesehatan Dunia yaitu 140 tes per 1 juta orang.

Tetapi banyak di antaranya adalah tes antigen, yang mencari protein virus dan lebih cepat tetapi kurang akurat daripada RT-PCR, yang mengkonfirmasi virus Corona dengan kode genetiknya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved