Senin, 4 Mei 2026

Internasional

Gara-gara Bongkar Skandal Korupsi, Wartawan Zimbabwe Dijebloskan ke Balik Jeruji Besi

Seorang wartawan Zimbabwe harus menghadapi pil pahit seusai membongkar korupsi di tubuh pemerintahan.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
BBCNews
Wartawan Zimbabwe Hopewell Chinono saat tiba di Pengadilan Harare, Zimbabwe pada 7 Agustus 2020 

SERAMBINEWS.COM, HARARE - Seorang wartawan Zimbabwe harus menghadapi pil pahit seusai membongkar korupsi di tubuh pemerintahan.

Jurnalis Afrika iti, Hopewell Chin'ono dari Zimbabwe menjelaskan bagaimana dia berhadapan langsung dengan konsekuensi dari dugaan skandal korupsi yang dia bongkar pada awal tahun ini.

"Saya telah memperkiran, ketika delapan orang dengan AK-47, tiba di gerbang rumah saya dengan kendaraan tak berplat pada pagi hari tanggal 20 Juli 2020, saya tidak terkejut," katanya kepada BBCNews, Senin (12/10/2020).

Satu peringatan datang sekitar tujuh minggu sebelumnya, ketika juru bicara partai yang berkuasa menyebutnya btidak bermoral dan menuduh mencoreng nama keluarga presiden, katanya.

Dia mengungkapkan hal itu terjadi setelah mempublikasikan skandal pengadaan Covid-19 yang melibatkan kontrak jutaan dolar untuk membeli obat-obatan dan peralatan pendukung dinaikkan harganya.

Tak lama setelah itu, katanya, Menteri Kesehatan dipecat dan menghadapi tuduhan korupsi.

Baca juga: Inggris Tetapkan Lockdown Tiga Tingkat; Liverpool Kawasan Paling Parah Covid-19

Ketika agen negara memintanya keluar dari rumah, dia meminta melihat surat perintah penangkapan tetapi mereka tidak menunjukkannya.

Disebutkan, sebaliknya mereka memukul pintu kaca ruang makannya dengan pistol, dan berjalan ke kamar.

"Saya diseret keluar dari kamar tidur tanpa alas kaki, dan diminta untuk menggunakan pintu masuk yang sama di mana pecahan kaca berserakan," ungkapnya.

"Itu adalah awal dari mimpi buruk 45 hari saya," tambahnya.

"Saya tidak sendiri, saya ditangkap pada hari yang dingin itu dengan Jacob Ngarivhume, seorang aktivis politik yang menyerukan protes damai melawan korupsi," ungkapnya.

Dikatakan, mereka berdua dituduh menghasut kekerasan karena telah mendukung demo sesuatu yang sering digagalkan oleh Presiden Emmerson Mnangagwa.

Saat berada di Penjara Penjara Pusat Harare, dia mendapat kunjungan dari pemimpin oposisi utama Zimbabwe, Nelson Chamisa, yang membuatnya kecewa dengan kantor presiden.

Hopewell mengungkapkan pada keesokan harinya, dia dimasukkan ke dalam truk dan dikirim ke Penjara Keamanan Maksimum Chikurubi yang terkenal kejam.

Di mana para terpidana diikat dengan besi kaki dan borgol saat pindah dari sel tahanan.

Narapidana terlihat di dapur di Chikurubi, selama kunjungan Komite Parlemen Zimbabwe pada 2015 lalu.
Narapidana terlihat di dapur di Chikurubi, selama kunjungan Komite Parlemen Zimbabwe pada 2015 lalu. (BBCNews)

Baca juga: PM Inggris Boris Johnson: Lockdown Nasional Akan Hancurkan Hidup Kita

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved