Berita Lhokseumawe
Begini Cara Migran Rohingya Belajar Bahasa Indonesia, dari Mengenal Alfabet & Angka hingga Mengeja
Kegiatan itu diasuh oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe yang dengan telaten mengajarkan Bahasa Indonesia kepada migran Rohingya
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumwe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Migran Rohingya sudah diajarkan Bahasa Indonesia di lokasi pengungsian Komplreks Balai Latihan Kerja (BLK), kawasan Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Kegiatan itu diasuh oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe yang dengan telaten mengajarkan Bahasa Indonesia kepada etnis asal Myanmar ini.
Sekretaris PMI Kota Lhokseumawe, M Agam Khalilullah mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu upaya agar bisa mempermudah para migran dalam berkomunikasi.
Agam menerangkan, kelas Bahasa Indonesia tersebut sudah dimulai sejak bulan Juli 2020, dan terus berlanjut hingga sekarang.
“Program ini merupakan salah satu upaya agar mereka nanti bisa dengan mudah komunikasi,ujar Agam kepada Serambinews.com, Kamis (15/10/2020).
Baca juga: Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Covid-19, Wali Nanggroe Minta Aceh Jalankan Rekomendasi Unsyiah
Baca juga: Pemerintah India Bantu Palestina Jutaan Dolar AS Melalui Badan Pengungsi PBB
Baca juga: Rahasia Keistimewaan Puasa Senin Kamis Terkuak, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
"Kelas belajar Bahasa Indonesia ini dilakukan sebanyak empat kali dalam satu minggu, yaitu dari hari Senin hingga Kamis dan dilakukan secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Agam menambahkan, metode pembelajaran tersebut awalnya berupa pengenalan huruf-huruf alfabet dan angka-angka. Apabila sudah mulai memahami, baru kemudian dilanjutkan dengan mengeja bacaan.
Setiap hari, sebutnya, ada sekitar 30 migrain Rohingya yang mengikuti kelas Bahasa Indonesia tersebut. “Jadi sekarang ini, ada sekitar 65 persen, migran Rohingya sudah bisa memahami Bahasa Indonesia meskipun tidak fasih," bebernya.
"Maksudnya, apabila kita berbicara dengan Bahasa Indonesia, maka mereka bisa memahaminya apa yang kita sampaikan,” tutur Agam.
Setiap hari dalam kelas, tim pengajar dari PMI Kota Lhokseumawe mencatat siapa saja para pengungsi asal Myanmar ini yang sudah mampu memahami Bahasa Indonesia, kemudian dilaporkan ke PMI Pusat.
Baca juga: Ditangkap dan Jadi Tersangka, Ini Peran dan Kesalahan 3 Deklarator KAMI Menurut Polisi
Baca juga: Gempa 5,2 SR yang Menghentak Aceh Barat dan Nagan Raya Siang Tadi tak Berdampak Kerusakan
Baca juga: Isi BAP Ketiga Saksi Sama Persis, Pengacara Ruslan Buton Curiga Jawaban Telah Disiapkan
“Setiap hari itu, tim pengajar PMI Lhokseumawe memantau siapa saja yang sudah mulai ada perkembangan, kemudian setiap kegiatan ini kami buat laporan situasi harian dan dikirimkan ke PMI Pusat,” Demikian M Agam Khalilullah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kelas-bahasa-indonesia-di-blk-lhokseumawe.jpg)