Selasa, 12 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Begini Cara Migran Rohingya Belajar Bahasa Indonesia, dari Mengenal Alfabet & Angka hingga Mengeja

Kegiatan itu diasuh oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe yang dengan telaten mengajarkan Bahasa Indonesia kepada migran Rohingya

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Dok PMI Lhokseumawe
Relawan PMI Kota Lhokseumawe saat mengajarkan Bahasa Indonesia kepada migrain Rohingya yang ditampung di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumwe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Migran Rohingya sudah diajarkan Bahasa Indonesia di lokasi pengungsian Komplreks Balai Latihan Kerja (BLK), kawasan Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Kegiatan itu diasuh oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe yang dengan telaten mengajarkan Bahasa Indonesia kepada etnis asal Myanmar ini.

Sekretaris PMI Kota Lhokseumawe, M Agam Khalilullah mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu upaya agar bisa mempermudah para migran dalam berkomunikasi.

Agam menerangkan, kelas Bahasa Indonesia tersebut sudah dimulai sejak bulan Juli 2020, dan terus berlanjut hingga sekarang.

“Program ini merupakan salah satu upaya agar mereka nanti bisa dengan mudah komunikasi,ujar Agam kepada Serambinews.com, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Covid-19, Wali Nanggroe Minta Aceh Jalankan Rekomendasi Unsyiah

Baca juga: Pemerintah India Bantu Palestina Jutaan Dolar AS Melalui Badan Pengungsi PBB

Baca juga: Rahasia Keistimewaan Puasa Senin Kamis Terkuak, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

"Kelas belajar Bahasa Indonesia ini dilakukan sebanyak empat kali dalam satu minggu, yaitu dari hari Senin hingga Kamis dan dilakukan secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Agam menambahkan, metode pembelajaran tersebut awalnya berupa pengenalan huruf-huruf alfabet dan angka-angka. Apabila sudah mulai memahami, baru kemudian dilanjutkan dengan mengeja bacaan.

Setiap hari, sebutnya, ada sekitar 30 migrain Rohingya yang mengikuti kelas Bahasa Indonesia tersebut. “Jadi sekarang ini, ada sekitar 65 persen, migran Rohingya sudah bisa memahami Bahasa Indonesia meskipun tidak fasih," bebernya.

"Maksudnya, apabila kita berbicara dengan Bahasa Indonesia, maka mereka bisa memahaminya apa yang kita sampaikan,” tutur Agam.

Setiap hari dalam kelas, tim pengajar dari PMI Kota Lhokseumawe mencatat siapa saja para pengungsi asal Myanmar ini yang sudah mampu memahami Bahasa Indonesia, kemudian dilaporkan ke PMI Pusat.

Baca juga: Ditangkap dan Jadi Tersangka, Ini Peran dan Kesalahan 3 Deklarator KAMI Menurut Polisi

Baca juga: Gempa 5,2 SR yang Menghentak Aceh Barat dan Nagan Raya Siang Tadi tak Berdampak Kerusakan

Baca juga: Isi BAP Ketiga Saksi Sama Persis, Pengacara Ruslan Buton Curiga Jawaban Telah Disiapkan

“Setiap hari itu, tim pengajar PMI Lhokseumawe memantau siapa saja yang sudah mulai ada perkembangan, kemudian setiap kegiatan ini kami buat laporan situasi harian dan dikirimkan ke PMI Pusat,” Demikian M Agam Khalilullah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved