Breaking News:

Ibu Muda Korban Pemerkosaan Keluar dari RS

Dn (28), ibu muda yang menjadi korban pemerkosaan oleh resividis kasus pembunuhan, Samsul Bahri (41), sudah keluar dari RSUD Langsa

Editor: bakri
Kiriman Warga
Polisi melakukan Olah TKP di rumah Dina, ibu muda yang mengaku diperkosa 

LANGSA - Dn (28), ibu muda yang menjadi korban pemerkosaan oleh resividis kasus pembunuhan, Samsul Bahri (41), sudah keluar dari RSUD Langsa dan ia dibolehkan pulang ke rumahnya pada Selasa (13/10/2020) sore. Usai kejadian memilukan yang menimpanya pada Sabtu (10/10/2020) dini hari, Dn yang juga ibu dari almarhum Rangga (10), bocah yang meninggal dunia akibat dibunuh secara kejam oleh tersangka Samsul Bahri, harus menjalani perawatan di RSUD Langsa.

Ibu muda ini dirawat sejak Sabtu (10/10/2020), akibat mengalami luka bacok di telapak tangan kanannya dan trauma, pasca dirudapaksa oleh Samsul Bahri di rumahnya yang berlokasi di salah satu desa kawasan Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Humas RSUD Langsa, Arwinsyah SKM, kepada Serambi, Rabu (14/10/2020) tadi malam, mengatakan, secara umum kondisi fisik Dn sudah membaik, sehingga ia sudah dibolehkan pulang pada Selasa (13/10/2020) sore. "Luka bekas bacokan di tangannya juga sudah mengering. Makanya, pada Selasa sore dia dibolehkan pulang oleh dokter," ujarnya.

Namun, sambung Arwinsyah, psikologis korban masih terganggu akibat kejadian tragis yang menimpanya beberapa hari lalu. “Karena itu, ibu Dn tetap akan mendapat pendampingan dari Unit Perlindungan Wanita Polres Langsa dan pihak terkait lainnya,” tutup Arwinsyah.

Janji bantu rumah

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Aceh Timur, Syahrul Bin Syamaun, Rabu (14/10/2020), melayat ke rumah abang Dn. Dalam kunjungan itu, Wabup didampingi Kepala BPBD Ashadi SE, anggota DPRK dan sejumlah pejabat lainnya. Rombongan disambut Muspika Birem Bayeun, keuchik, perangkat desa, dan masyarakat setempat

Humas Pemkab Aceh Timur dalam rilis yang diterima Serambi, kemarin, menjelaskan, setiba di rumah abang korban, Wabup langsung melihat kondisi Dn yang masih terbaring lemas. Wajah Dn terlihat sedih dan menyimpan duka yang mendalam atas kepergian anaknya Rangga (9). Ekspresi duka juga tampak dari raut wajah keluarga dan kerabat korban.

Atas nama Pemkab Aceh Timur, Syahrul menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa korban (Dn) dan merenggut nyawa putranya. Wabup berpesan agar korban yang saat itu didampingi suaminya agar tabah dan sabar menghadapi cobaan ini. Pada kesempatan itu, Wabup juga menyerahkan bantuan kepada Dn yang diterima suaminya.

Bantuan tersebut berupa kebutuhan untuk makanan pokok selama masa duka. "Kunjungan dan penyerahan bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Aceh Timur atas musibah yang dialami korban," ungkap Wabup.

Menurut informasi yang diperoleh, tambah Syahrul, korban akan mendapatkan hibah tanah dari donatur. Karena itu, Wabup memerintahkan Camat Birem Bayeun dan keuchik setempat untuk segera memfasilitasi dan membantu mengurus semuanya termasuk membuatkan surat sertifikat kepemilikan tanah atas nama korban atau suaminya.

"Setelah semua beres, Pemkab Aceh Timur berencana membangunkan rumah layak huni bagi korban. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada korban," ungkap Wabup. Syahrul juga mengatakan, ada informasi bahwa pihak lain juga akan membangun rumah layak huni bagi korban. "Tentu ini sangat baik. Jika kita bangun sama-sama, maka kualitas rumah korban nantinya akan lebih baik," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu (10/10/2020) menjelang pagi, korban Dn berhasil meloloskan diri dari sekapan tersangka Samsul Bahri yang sudah memperkosanya beberapa kali. Jika tidak berhasil lolos setelah membuka ikatan di tangannya, bukan tak mungkin Dn juga akan bernasib sama dengan anak laki-lakinya, Rangga (9) yang dibunuh secara keji oleh tersangka Samsul Bahri.

Rangga adalah anak korban hasil perkawinan dengan Fadly Fajar (mantan suami Dn), meninggal dunia sebagai pahlawan bagi ibu muda ini. Pahlawan cilik itu dikebumikan pada Minggu (11/10/2020) malam, di tempat tinggal ibu kandung dan ayah tirinya, di Kecamatan Birem Bayeun, setelah jenazahnya ditemukan pada Minggu sore, di alur sungai kawasah itu.

Rangga meninggal dunia akibat beberapa kali terkena sabetan, bacokan, hingga tusukan parang milik pelaku Samsul Bahri, saat ia hendak menolong ibunya dari cengkraman predator tersebut di gubuk tempat mereka tinggal. (zb/c49)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved