Berita Aceh Besar
Perajin Rotan di Aceh Besar Butuh Promosi
Pemerintah diharapkan memperhatikan dan mempromosikan produk kerajinan rotan di Desa Lamgaboh, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Asnawi Luwi | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Di Tengah Pandemi Covid-19 yang melanda Aceh Besar, Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar, Mursalin SHI meminta kepada Pemkab untuk memperhatikan dan mempromosikan pengrajin rotan di Desa Lamgaboh, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
"Kita kurang mempromosikan pengrajin rotan, padahal kerajinan rotan menjadi souvenir atau ole-oleh wisatawan lokal dan mancanegara."Ujar Mursalin Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh Besar kepada Serambinews.com, Jumat (16/10/2020).
Katanya, para pengrajin rotan telah ahli untuk membuat tudung saji, keranjang, tempat buah, pot hias, tampi dan berbagai jenis kerajinan lainnya.
Saat ini, akibat Aceh Besar di landa pandemi Covid-19, omset pengrajin rotan menurun dan mereka juga harus menjadi perhatian pemberdayaan ekonomi melalui dana UMKM.
Karena akibat, penyebaran virus corona (covid-19) sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di Aceh Besar khususnya para pengrajin rotan.
Pasalnya, saat ini mereka terancam gulung akibat dagangan hasil kerajinan rotan kurang laku di pasaran.
Sementara itu, Dandim 0101 BS Kolonel Abdul Razak Rangkuti SSos didampingi Babinsa Koramil 03/Lhoknga Serda Muliadi, dalam rilisnya kepada Serambinews.com, Jumat (16/10/2020) mengatakan, di tengah pandemi seperti sekarang ini, pengrajin rotan juga mendapat imbas yang luar biasa yakni Kurangnya dana untuk membeli bahan baku, permintaan yang sangat minim, membuat para pengrajin mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya.
Menurut keterangan salah seorang pengrajin dan penjual kerajinan rotan, Ibu Fauziah, omset yang mereka dapatkan sangat menurun, hal ini karena kurangnya daya beli masyarakat Kendati jarang laku, kelompok pengrajin tetap memproduksi kerajinan dalam jumlah sedikit.
Mereka menjualnya kepada pemesan yang terbatas, selebihnya menyimpan untuk stok, harapannya, jika virus corona telah berlalu, akan mudah menjualnya kembali, termasuk mengirimkan pesanan ke sejumlah wilayah Aceh lainnya.
“Biasanya hampir setiap hari Sabtu dan Minggu, banyak pembeli, karena para pembeli di dominasi oleh para pengunjung ke beberapa objek wisata di Pantai Lhoknga, saat mereka pulang, mereka mampir dan membeli kerajinan rotan tersebut, tapi semenjak ada virus corona, tidak seramai dulu, ada laku beberapa saja.” keluh Ibu Fauziah.
Serda Muliadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan agar para pedagang ataupun pengrajin tetap semangat dan terus berkarya dalam menghasilkan kerajinan rotan sebagai sumber penghidupan, untuk pemasaran produk di masa pandemi, Serda Muliadi menyarankan agar para pengrajin atau pedagang kerajinan rotan, memaNfaatkan layanan Online dalam memasarkan produknya.
“Tetap semangat, manfaatkan internet sebagai sarana pemasaran, tetap memproduksi walau dalam skala kecil dan yang paling penting, mari sama-sama kita berdoa kepada Allah SWT, agar pandemi ini segera berakhir dan semuanya kembali seperti sediakala,” Pungkas Serda Muliadi.(*)
Baca juga: HIMKI Sosialisasi Pemanfaatan Rotan, Perusahaan Olympic Buka Cabang di Gayo Lues
Baca juga: Membludak, Pendaftar Bantuan Modal UMKM di Subulussalam Capai 1.558 Orang
Baca juga: Viral Romantisnya Pasangan Suami Istri Muda Ini, Ganggu Suami Main Game Hingga Saling Peluk
Baca juga: Heboh! Video Kawanan Monyet Mati Mendadak di Tangse, Pidie
Baca juga: Bisa untuk Dijadikan Catatan atau Alat Bukti! Begini Cara Rekam Panggilan WhatsApp di Android & iOS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perajinrotandesalamgaboh.jpg)