Minggu, 12 April 2026

Berita Foto

FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut

Para pengunjukrasa memasang spanduk bertuliskan "apakah menjilat sepatu bot diktator rasanya enak?"

Editor: m anshar
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-1.jpg
Jack TAYLOR / AFP
Seorang pengunjuk rasa pro-demokrasi menggunakan kerucut lalu lintas sebagai pengeras suara selama unjuk rasa anti-pemerintah di Monumen Kemenangan di Bangkok pada 18 Oktober 2020.
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-2.jpg
Jack TAYLOR / AFP
Pengunjuk rasa pro-demokrasi mengambil bagian dalam unjuk rasa anti-pemerintah di Monumen Kemenangan di Bangkok pada 18 Oktober 2020.
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-3.jpg
Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Pengunjuk rasa pro-demokrasi memegang poster juru bicara Persatuan Mahasiswa Thailand Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul selama unjuk rasa anti-pemerintah di Monumen Kemenangan di Bangkok pada 18 Oktober 2020.
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-4.jpg
Jack TAYLOR / AFP
Para pengunjuk rasa pro-demokrasi memegang poster dari berbagai aktivis selama unjuk rasa anti-pemerintah di Monumen Kemenangan di Bangkok pada 18 Oktober 2020.
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-5.jpg
Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Chonticha "Kate" Jangrew (kanan) berbicara dengan pengunjuk rasa pro-demokrasi selama unjuk rasa anti-pemerintah di Victory Monument di Bangkok pada 18 Oktober 2020.
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-6.jpg
Mladen ANTONOV / AFP
Pengunjuk rasa pro-demokrasi memberi hormat tiga jari selama unjuk rasa anti-pemerintah di luar Soi Cowboy di Asok, Bangkok pada 18 Oktober 2020,
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-7.jpg
Mladen ANTONOV / AFP
Pengunjuk rasa pro-demokrasi mengambil bagian dalam unjuk rasa anti-pemerintah di Asok di Bangkok pada 18 Oktober 2020.
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-8.jpg
Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Pengunjuk rasa pro-demokrasi mengangkat ponsel mereka sebagai lampu selama unjuk rasa anti-pemerintah di Monumen Kemenangan di Bangkok pada 18 Oktober 2020.
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demonstrasi-di-thailand-51.jpg
Jack TAYLOR / AFP
Seorang pengunjuk rasa pro-demokrasi menyesuaikan pelindung helm seorang pengunjuk rasa muda selama unjuk rasa anti-pemerintah di Victory Monument di Bangkok pada 18 Oktober 2020.
FOTO - Hingga Hari Ini, Demonstrasi Anti-Pemerintah di Thailand Masih Berlanjut - demo-thailand-12.jpg
Jack TAYLOR / AFP
Pengunjuk rasa pro-demokrasi memegang payung selama unjuk rasa anti-pemerintah di Monumen Kemenangan di Bangkok pada 18 Oktober 2020.

Langkah pemerintah yang menyetop layanan transportasi umum tidak berhasil meredam aksi demonstrasi

SERAMBINEWS.COM - Ratusan pengunjuk rasa anti-pemerintah kembali menggelar aksi demonstrasi di Bangkok, Thailand, Minggu (18/10/2020).

Mereka tidak mengindahkan larangan protes yang dikeluarkan oleh Pemerintah Thailand sebagaimana dilansir adair Reuters.

Bahkan, mereka tetap menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. Aksi demonstrasi tetap berlanjut meski puluhan pengunjuk rasa dan para pemimpinnya ditangkapi.

Baca juga: Profil Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, Menolak Mundur Usai Didemo

Langkah pemerintah yang menyetop layanan transportasi umum tidak berhasil meredam aksi demonstrasi yang terus berlangsung selama tiga bulan terakhir.

“Kami akan tinggal sampai selesai atau pindah ke lokasi lain dengan aktivis lain,” kata salah satu demonstran, Dee (25), di Asok, salah satu persimpangan ramai di Bangkok.

Ratusan orang pengunjuk rasa juga berkumpul di Monumen Kemenangan, Bangkok.

Baca juga: Demonstrasi di Thailand Masuk Hari Keempat, Massa Minta Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha Mundur

Para pengunjuk rasa di Asok memasang spanduk tulisan tangan di stasiun yang ditutup yang bertuliskan

"apakah menjilat sepatu bot diktator rasanya enak?" Beberapa polisi berkumpul di sisi lain persimpangan tersebut tapi tidak segera turun tangan.

Juru Bicara Kepolisian, Kissana Phathanacharoen, mengatakan dalam konferensi pers bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan ketertiban.

“Untuk melakukannya kami terikat oleh hukum, standar internasional, hak asasi manusia,” kata Kissana.

Baca juga: Inilah Panusaya, Mahasiswi Pemberani yang Pimpin Aksi Menentang Monarki Thailand: Kini Ditahan

Para pengunjuk rasa mengatakan Prayuth telah merekayasa pemilihan umum tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan yang direbutnya dalam kudeta 2014.

Namun, Prayuth membantah tuduhan tersebut.

Mereka menuntut pembatasan kekuasaan Raja Maha meskipun ada potensi hukuman penjara hingga 15 tahun bagi siapa pun yang menghina monarki. 

Istana Kerajaan tidak mengomentari protes itu. Di sisi lain, Raja Maha mengatakan Thailand membutuhkan orang-orang yang mencintai negara dan monarki.

Baca juga: Thailand Berlakukan Keadaan Darurat, Ribuan Demonstran Turun ke Jalan-Jalan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved