Sabtu, 6 Juni 2026

Luar Negeri

Profil Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, Menolak Mundur Usai Didemo

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha pada Jumat (16/10/2020) menolak mundur karena menganggap tak melakukan kesalahan apa pun.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP / CHARLY TRIBALLEAU
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha. (AFP / CHARLY TRIBALLEAU) 

Pada Juni 2011, ia meninggalkan posisinya dan menegaskan bahwa tentara tidak akan ikut campur dalam politik.

Ia juga mengimbau para pemilih untuk mendukung "orang baik" dalam pemilu.

Imbauan ini secara luas ditafsirkan sebagai petunjuk untuk memilih Yingluck Shinawatra, saudara perempuan Thaksin.

Kudeta 2014

Prayuth kemudian mengambil keuntungan dari konflik politik antara pemerintah Yingluck dan partai oposisi dan mengumumkan kudeta pada 22 Mei 2014.

Selanjutnya, pemerintahan militer yang secara resmi dikenal sebagai Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO) menangguhkan konstitusi dan memilihnya sebagai perdana menteri negara pada 21 Agustus 2020.

Prayuth memberlakukan konstitusi sementara yang memberi kewenangan pemerintah militer untuk berkuasa secara bebas.

Pasal 44 dari konstitusi memastikan kewenangan absolutnya untuk mengeluarkan perintah terhadap aktivitas apa pun yang dianggap pemerintah sebagai ancaman terhadap ketertiban, keamanan nasional, atau monarki.

Bersama dengan pembatasan pada kebebasan sipil, media, dan perbedaan pendapat, Prayuth mengambil langkah untuk mengubah citranya menjadi seorang pemimpin yang baik hati.

Ia menulis lagu berjudul "Kembalikan Kebahagiaan Thailand" dan menyiarkannya secara luas di radio dan stasiun televisi.

Tak hanya itu, The Nation Books menerbitkan biografinya berjudul "Namanya Tu", berisi perjalanannya menjadi seorang pemimpin dan lebih banyak menonjolkan sisi lembutnya daripada kepribadian otoriternya.

Prayuth menuai kontroversi karena perilakunya yang impulsif dan marah terhadap media setelah menjadi kepala negara.

Namun, sikap itu berubah menjelang pemilu 2019.

Tim kampanye Prayuth justru aktif di berbagai media sosial dan mengunggah foto-fotonya.

Dalam pemilu tersebut, Partai Palang Pracharath menominasikan Prayuth sebagai kandidat perdana menteri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved