Internasional
China Peringatkan AS, Akan Menahan Warga Amerika di Negaranya, Ini Alasannya
Pemerintah China, Senin (20/10/2020) memperingatkan Washington dapat menahan warga AS di China. Hal itu sebagai tanggapan atas tuntutan Departemen
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah China, Senin (19/10/2020) memperingatkan Washington dapat menahan warga AS di China.
Hal itu sebagai tanggapan atas tuntutan Departemen Kehakiman AS terhadap para mahasiswa yang berafiliasi dengan militer China, Wall Street Journal melaporkan pada Sabtu (17/10/2020).
Surat kabar itu, mengutip orang-orang yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui masalah tersebut, mengatakan pejabat China telah berulang kali mengeluarkan peringatan melalui berbagai saluran kepada pejabat pemerintah AS.
Surat kabar itu mengatakan pesan China adalah Amerika Serikat harus mengakhiri penuntutan terhadap para mahasiswa China di pengadilan AS, lansir AFP, Senin (19/10/2020).
Atau orang Amerika di China dapat menemukan diri mereka melanggar hukum China.
Baca juga: Kapal Pengangkut Tiang Pancang dari China Kembali Masuk ke Aceh Jaya
Penasihat Departemen Luar Negeri AS pada 14 September 2020 melarang perjalanan ke China mengatakan pemerintah China menggunakan penahanan sewenang-wenang.
Larangan itu bagi warga AS dan lainnya untuk mendapatkan posisi tawar atas tuntutan pemerintah asing.
Kedutaan Besar China di Washington tidak menanggapi permintaan komentar pada hari Sabtu (17/10/2020).
Pemerintahan Trump semakin menuduh China menggencarkan operasi dunia maya dan spionase untuk mencuri teknologi, militer, dan pengetahuan AS lainnya.
Baca juga: Info Beasiswa S2 dan S3 di China, Biaya Kuliah hingga Asuransi Ditanggung Pemerintah China
Trump menuduh China sedang membangun sebuah strategi untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai kekuatan keuangan dan militer terkemuka dunia.
Beijing membantah tuduhan tersebut.
Pada Juli 2020, Departemen Kehakiman mengatakan FBI telah menangkap tiga warga China karena diduga menyembunyikan keanggotaan sebagai Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA).
Bulan lalu, Amerika Serikat mengatakan telah mencabut visa untuk lebih dari 1.000 warga negara China di bawah langkah presiden yang menolak masuknya mahasiswa dan peneliti.
Baca juga: Orangtuanya Ditahan Pemerintah China, Ribuan Anak Etnis Uighur Telantar
Dianggap berisiko terhadap keamanan, sebuah langkah yang disebut China sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
Pada saat itu, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan AS terus menyambut pelajar dan mahasiswa sah China.
Tetapi, dengan syarat tidak menjadi pendukung utama Partai Komunis China, terutama dari kelompok militer.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/china-gelar-festival-musik.jpg)