Jumat, 10 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Ponsel Eks Panglima Israel Dibobol, 19.000 Data Rahasia Dijebol Kelompok Peretas Pro-Iran

Dunia intelijen Israel diguncang kabar serius. Sebuah kelompok peretas yang berafiliasi dengan Iran mengklaim berhasil membobol

Editor: Ansari Hasyim
IDF/Times of Israel
Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letjen Herzi Halevi mengundurkan diri 
Ringkasan Berita:
  • Dalam pernyataan yang dipublikasikan Kamis lalu, Handala Hack Team mengaku telah menjalankan operasi siber bertahun-tahun terhadap Halevi.
  • Hasilnya, mereka mengklaim menguasai “lebih dari 19.000 gambar dan video rahasia dari pertemuan-pertemuan paling tertutup.”

 

SERAMBINEWS.COM - Dunia intelijen Israel diguncang kabar serius. Sebuah kelompok peretas yang berafiliasi dengan Iran mengklaim berhasil membobol ponsel pribadi mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Herzi Halevi, dan menguras sedikitnya 19.000 file sensitif berisi foto, video, serta dokumen pertemuan rahasia tingkat tinggi.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan Kamis lalu, Handala Hack Team mengaku telah menjalankan operasi siber bertahun-tahun terhadap Halevi.

Hasilnya, mereka mengklaim menguasai “lebih dari 19.000 gambar dan video rahasia dari pertemuan-pertemuan paling tertutup.”

“Semua fasilitas rahasia Anda ruang krisis, peta, hingga detail terkecil pusat komando telah lama menjadi buku terbuka bagi kami,” tulis kelompok itu.

Sebagian materi yang bocor disebut telah diverifikasi oleh Middle East Eye, menjadikan kasus ini sebagai salah satu insiden siber paling serius yang pernah menimpa tokoh puncak lembaga keamanan Israel.

Baca juga: Mohammed Wishah Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza

Pertemuan Rahasia hingga Jejak Diplomasi Regional
Salah satu foto memperlihatkan Halevi menghadiri pertemuan di Qatar dengan mantan panglima Komando Pusat AS, Michael Kurilla, berlatar potret besar Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Berdasarkan masa jabatan keduanya, pertemuan itu diperkirakan berlangsung antara Januari 2023 hingga Agustus 2025.

Materi lain menampilkan Halevi mengunjungi Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, serta sebuah video pertemuannya dengan Kepala Militer Yordania, Yousef Huneiti.

Dalam video tersebut, Halevi terlihat menyerahkan sebuah belati milik tentara Yordania yang gugur dalam Perang Enam Hari 1967.

Tak hanya itu, peretas juga mempublikasikan foto-foto kehidupan pribadi Halevi, termasuk salinan kartu identitas miliknya dan sang istri. Bahkan, kelompok tersebut mengeklaim memiliki rekaman “memalukan” yang menunjukkan Halevi bersembunyi di bawah piano saat seorang perempuan memasuki ruang tamunya.

Ancaman Rilis Lanjutan

Handala Hack Team menyatakan masih menyimpan banyak materi yang belum dirilis, mulai dari dokumentasi visual rapat-rapat rahasia, peta strategis, hingga identitas para komandan senior.

“Setiap wajah, setiap komandan, dan setiap pilot kriminal kini ada di tangan kami dan akan diungkap satu per satu pada waktunya,” ancam mereka.

Rekam Jejak Serangan Siber

Ini bukan kali pertama kelompok tersebut mengklaim sukses menembus lingkaran elit Israel. Sebelumnya, Handala Hack Team mengaku meretas ponsel mantan Menteri Kehakiman Ayelet Shaked dan ajudan senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Tahun lalu, mereka juga menyebut telah membobol akun Telegram mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, mempublikasikan ratusan pesan pribadi serta daftar kontak setebal 141 halaman yang diklaim mencakup sejumlah pemimpin dunia. Bennett kala itu mengakui akunnya diretas, meski menyebut sebagian materi yang beredar bersifat campuran antara asli dan palsu.

Kasus terbaru ini kembali menyoroti rapuhnya keamanan digital bahkan di level tertinggi militer, sekaligus memperlihatkan bagaimana perang siber kini menjadi medan tempur baru yang tak kalah berbahaya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved