Update Corona di Aceh Barat Daya
Hari Ini, Tak Bertambah Kasus Positif Covid-19 Abdya, Masih 85 Orang, Pasien Sembuh Jadi 73 Orang
Warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19 tidak terjadi penambahan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), tidak terjadi penambahan, Senin (19/10/2020)
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19 tidak terjadi penambahan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (19/10/2020) masih tetap sebanyak 85 orang.
Bahkan pasien Positif Covid-19 yang sembuh setelah dirawat atau diisolasi bertambah tiga orang total menjadi 73 orang. Namun, pasien probable (sebelumnya disebut PDP/Pasien Dalam Pemantauan) yang dirawat sudah lagi satu orang.
Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Senin (19/10/2020) menjelaskan, dari delapan pasien Positif Covid-19 yang dirawat/isolasi, tiga diantaranya dinyatakan sembuh.
Pasien M (65), laki-laki dan HN (23), perempuan, keduanya warga Kecamatan Susoh serta Y (32), perempuan warga Kecamatan Kuala Batee. “Ketiganya dinyatakan sembuh karena tak ada lagi gejala,” katanya.
Sedang lima pasien lainnya masih dirawat/diisolasi, TB (66), laki-laki warga Kecamatan Jeumpa di dirawat di RSUZA Banda Aceh.
Baca juga: Hingga Hari Ini, Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Aceh Capai 6.665 Orang
Baca juga: Pemain Bosnia Herzegovina Positif Covid-19, Timnas Indonesia U-19 Ditunggu Lawan Hajduk Split
Baca juga: Bupati Bener Meriah Buka Lomba Debat Berbahasa Arab, Inggris dan Kaligrafi Tingkat Dayah
Lalu, SH (12), laki-laki warga Kecamatan Manggeng, isolasi mandiri, AM (25), perempuan warga Kecamatan Blangpidie, isolasi di Kota Subulussalam.
Selanjutnya, D (53), perempuan warga Kecamatan Blangpidie dirawat di RSUZA dan S (51), perempuan warga Kuala Batee diisolasi.
Dengan bertambah tiga pasien sembuh, maka total warga Positif Copid yang sembuh menjadi 73 orang dari 85 kasus, hasil pendataan sejak Maret lalu.
Rincian 73 pasien positif yang sembuh, Blangpidie 37 orang, Susoh 15 orang, Kuala Batee 8 orang, Manggeng 4 orang, Babahrot 3 orang, Setia 2 orang, Lembah Sabil 2 orang, Tangan-Tangan 1 orang, pasien asal luar daerah 1 orang.
Sedangkan, tujuh pasien terkonfirmasi Positif Covdi-19, meninggal dunia.
Safliati menjelaskan, terakhir pasien Positif Covid-19 yang meninggal dunia adalah inisial N (60), perempuan warga salah satu desa di Kecamatan Blangpidie.
Baca juga: Belajar di Masa Pandemi, Pengurus Masjid di Aceh Tamiang Tolak Pelajar
Perempuan N meninggal dalam perawatan di Ruang Pinere RSUZA Banda Aceh, Senin (12/10/2020) pagi lalu.
Jenazah N sudah dilaksanakan pemakaman sesuai protokol kesehatan (protkes) di pemakaman umum salah satu desa Kecamatan Blangpidie, Senin malam, lalu.
Enam pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebelumnya adalah Lm (45), laki-laki warga Kecamatan Jeumpa, meninggal dunia di RSUZA Banda Aceh, 28 September lalu.
Sebelumnya, pasien R (37), perempuan warga Kecamatan Babahrot, Abdya, meninggal di RSUTP pada 17 September lalu.
Dan, pasien A (37), perempuan warga Kecamatan Babahrot. Perempuan ini meninggal dunia di Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSUTP Abdya, Kamis (3/9/2020) lalu.
Pesien Positif Covid-19 lainnya yang meninggal dunia, MH (49), perempuan juga dari salah satu desa di Kecamatan Babahrot, H (63), laki-laki warga Kecamatan Blangpidie, dan Mar (63), laki-laki warga Kecamatan Lembah Sabil.
Baca juga: Usai Demo DPRK Simeulue, Massa Lanjutkan Orasi ke Kejaksaan, Ini Permintaannya
Tersebar di Seluruh Kecamatan
Sementara, berdasarkan update data terakhir dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Senin (19/10/2020) sore pukul 17.00 WIB, warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19 sejuml;ah 85 orang, tersebar diseluruh kecamatan (sembilan kecamatan).
Jumlah terbanyak di Kecamatan Blangpidie 41 orang, sejumlah 37 diantaranya sembuh, 2 masih isolasi dan masih isolasi, dan 2 meninggal dunia.
Disusul, Kecamatan Susoh 15 orang, namun selurunya dinyatakan sembuh.
Kecamatan Kuala Batee 9 orang, sembuh 8 orang dan 1 orang isolasi/perawatan.
Kecamatan Babahrot 6 orang, 3 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.
Kecamatan Manggeng 5 orang, 4 orang sembuh dan satu orang isolasi mandiri.
Kecamatan Lembah Sabil 3 orang, 2 orang sembuh dan 1 meninggal.
Kecamatan Setia 2 orang, sembuh seluruhnya.
Kecamatan Tangan-Tangan 1 orang, namun sudah sembuh.
Kecamatan Jeumpa 2 orang, 1 dirawat dan 1 orang meninggal dunia
Kemudian dari luar daerah bekerja di Abdya 1 orang, dan sudah sembuh setelah isolasi.
Satu Probable Dirawat di RSUTP
Sementara Pasien probable, sebelumnya dinamakan PDP (Pasien Dalam Perawatan) hingga Senin sore, terdata sejumlah 42 orang atau bertambah satu orang dari sehari sebelumnya.
Satu kasus probable terbaru adalah N (60), perempuan warga Kecamatan Babahrot, dirawat di RSUTP Abdya.
Dari 42 probable, sejumlah 38 orang selesai isolasi/dirawat dan dinyatakan tidak ada lagi gejala Covdi-19.
Baca juga: Asam Lambung Terlalu Rendah Juga Berbahaya, Begini Cara Mengatasinya
Sedangkan tiga pasien probable lainnya meninggal dunia. Terakhir adalah A (45), warga Kecamatan Blangpidie, hasil rapid test dinyatakan reaktif, meninggal dunia di RS Jiwa Banda Aceh, 13 Oktober lalu.
Dua pasien probable lainnya meninggal dunia sebelumnya, bernisial H (64) asal Jakarta Selatan, meninggal di Ruang Pinere RSUTP Abdya, 21 September lalu.
Dan, pasien A (55), perempuan warga salah satu desa Kecamatan Susoh, meninggal dunia dalam perawatan RSUTP Abdya, 1 September lalu.
6 Suspek Masih Isolasi
Sementara suspek, sebelumnya disebut ODP (Orang Dalam Pemantauan) di Abdya, terdata 28 orang, sebanyak 22 orang selesai menjalani isolasi dan 6 orang masih isolasi di rumah.
Enam orang suspek yang masih isolasi tersebut seluruhnya warga Kecamatan Blangpidie, yaitu AK (52) laki-laki, YP (26) laki-laki, SM (24) perempuan, H (46) laki-laki, SA (34) laki-laki, dan M (44) laki-laki.(*)
Baca juga: Uji Coba ke Uni Emirat Arab, Timnas Indonesia U-16 Boyong 22 Pemain
Baca juga: Kabag Humas Bener Meriah dan 14 Warga Lainnya Sembuh dari Covid-19
Baca juga: Penerbangan Pesawat Pertama Uni Emirat Arab Mendarat di Israel, Dubai Sebut Sejarah Lagi