Senin, 8 Juni 2026

Penanganan Covid 19

Gugus Tugas Covid-19 Nyatakan Subulussalam Masih Zona Orange

Dijelaskan penentuan zona suatu wilayah menjadi perhatian serius dalam menentukan kebijakan daerah dalam menangani covid-19.

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam, Baginda Nasution SH MM. 

Dijelaskan penentuan zona suatu wilayah menjadi perhatian serius dalam menentukan kebijakan daerah dalam menangani covid-19.

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Subulussalam mengklarifikasi status daerah ini dari zona merah ke zona orange. 

Hal ini sebagaimana disampaikan sebelumnya.

Klarifikasi itu disampaikan Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam Baginda Nasution dalam siaran persnya kepada Serambinews.com, Rabu (21/10/2020).

Dalam siaran pers bernomor 130/084/2020 tersebut tentang penentuan zona resiko penyebaran covid-19

Dijelaskan penentuan zona suatu wilayah menjadi perhatian serius dalam menentukan kebijakan daerah dalam menangani covid-19.

Baca juga: Bikin Gemas, Balita Ini Nangis tak Mau Diakhiri Belajarnya, Pintar Kenali Hijaiyah dan Angka Juga

Baca juga: Spesialis Maling Toko Elektronik Beraksi Tunggal Saat tak Ada Penghuni, Begini Proses Penangkapannya

Baca juga: Pelatih Sepakbola PON Aceh, Azhar Ikuti Kursus Lisensi Pelatih B AFC di Jimbaran Bali

Sebelumya, kata Baginda sebagaimana disampaikan dalam press release nomor : 130/083/2020 tentang penambahan kasus positif covid-19 di kota subulussalam tertanggal 19 oktober 2020 Kota Subulussalam dikatakan zona merah.

Untuk hal tersebut menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan satgas penanganan covid-19 Kota Subulussalam.

Berhubung terjadi perbedaan, pendapat sehingga ditindaklanjutnya dalam rapat yang berlangsung Senin 19 Oktober 2020.

Rapat yang digelar satgas penanganan covid-19 Kota Subulussalam dipimpin oleh wakil ketua satgas penanganan covid-19.

“Salah satu hasil rapat tersebut agar mempertanyakan kembali zona resiko penyebaran Kota Subulussalam yang benar,” kata Baginda

Baginda menambahkan saat  digelar vidcon rutin  Selasa 20 Oktober 2020 antara satgas penanganan Provinsi Aceh dan satgas daerah ditanyakan terkait penentuan zona resiko penyebaran covid-19 dI Kota Subulussalam.

Pihak provinsi menyebutkan bahwa yang menentukan suatu zona resiko adalah satgas penanganan covid-19 pusat. Kemudian saat ini Kota Subulussalam masih di zona oranye atau resiko sedang.

Nah, untuk zona oranye atau risiko sedang. secara umum, risiko penyebaran covid-19 pada level ini tinggi dan potensi virus tidak terkendali.

Nah, pada level ini, transmisi lokal hingga imported case kemungkinan dapat terjadi dengan cepat.

Pemerintah di daerah  kata Baginda harus memantau kluster-kluster baru dan mengontrol pergerakan melalui testing dan tracking  yang agresif.

Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam menyatakan daerah ini masuk zona omerah penyebaran virus corona.

Hal itu karena jumlah warga yang terpapar Covid-19 masih terjadi dan terkini sebagaimana rilis Gugus Tugas Subulussalam, Senin (18/10/2020) terjadi penambahan kasus positif sebanyak empat orang.

Dalam rilis yang dikirim juru bicara gugus Tugas Baginda Nasution menjelaskan, empat level kriteria zonasi daerah berdasarkan warna, sebagai indikator kategori risiko covid-19 yang dilihat dari tingkatan transmisi atau penyebarannya.

Melihat level Kota Subulussalam katanya berada di zona merah maka kondisi penyebaran covid-19 tidak terkendali, siapapun bisa terpapar.

Dikatakan, kunci untuk mencegahnya sebagaimana anjuran pemerintah agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan jangan dianggap sepele dan remeh.

Lebih jauh Baginda mengatakan covid-19 bukanlah penyakit biasa namun ini adalah penyakit menular dan telah menjadi pandemic.

Lantaran itu, penyebarannya  pun tanpa batas wilayah dan siapapun bisa terpapar dan langkah penanggulangannyapun dilakukan luar biasa.

Baginda kembali mengingatkan agar semua pihak tetap patuh memakai masker, mencuci tangan dengan air sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan  menghindari kerumunan adalah upaya untuk menghindari paparan covid-19.

“Kita tidak boleh berhenti hingga disini namun tetap berusaha, dan berikhtiar,” kata Baginda. 

Sebagaimana diberitakan -  Penyebaran virus corona di Kota Subulussalam hingga kini masih terjadi.

Gugus Tugas Kota Subulussalam melalui siaran pers yang dikirim kepada Serambinews.com, Senin (19/10/2020) menyampaikan terjadi penambahan warga terpapar Covid-19 sebanyak empat orang.

Dalam siaran pers bernomor 130/083/2020 dikirim Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Baginda Nasution SH MM.

Dijelaskan terjadi penambahan empat kasus warga terpapar virus corona di Kota Sada Kata ini.. Kemudian seorang lagi merupakan pasien lama dan diswab kembali positif.

Keempat warga yang positif tersebut masing-masing berinisial IH, pria berusia 48 tahun warga Kecamatan penanggalan.

Lalu wanita berinisial RRU umur 25 tahun, berdomisili di Kecamatan Simpang Kiri. Selanjutnya wanita berinisial IS berusia 27 tahun berdomisili di Kecamatan Simpang Kiri.

Kemudian pasien positif keempat bernisial DM wanita berusia 42 tahun warga Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Keempatnya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan surat kepala laboratorium penyakit infeksi Universitas Syiah Kuala nomor 877/PKU/X/2020.

Surat tertanggal 16 Oktober 2020 itu ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam berisi pemeriksaan SWAB RT-QPCR.

Dalam surat tersebut dijelaskan dari 10 sampel yang diperiksa pada tanggal 16 Oktober 2020 5 orang dinyatakan positif covid-19.

“Selain keempat pasien ini ada satu orang yang sebelumnya juga positif dan saat diswab kembali positif alias belum sembuh,” terang Baginda.

Adapun pasien lama yang hasil swabnya kembali positif inisial S, peria berjenis kelamin laki-laki, umur 65 tahun, berdomisili di Kecamatan Simpang Kiri.

Lebih jauh disampaikan pasien  riwayat S yang merupakan pasien RSUD Kota Subulussalam. Dia telah dinyatakan positif sesuai rilis pada tanggal 3 Oktober 2020.

Dikatakan, pasien tersebut masih dirawat di ruang pinere RSUD Kota Subulussalam kemudian dilakukan Swab kembali dan ternyata kembali dinyatakan positif covid-19.

Sementara inisial IH, adalah pasien RSUD Kota Subulussalam berobat jalan, pada tanggal 14 Oktober 2020.

IH dilaporkan dirawat di RSUD dengan keluhan demam, nyeri, kepala pusing berputar-putar, mual, muntah, nyeri ulu hati dan dilakukan SWAB dinyatakan positif covid-19.

Lalu inisial RRU dan IS  adalah nakes merasa dirinya ada kejanggalan maka diminta untuk dilakukan swab dan ternyata dinyatkan positif covid-19.

Sedangkan inisial DM adalah nakes yang bertugas di Puskesmas Pakpak Bharat. Namun DM menetap di Kecamatan Penanggalan.

Menurut kabar, DM pernah merawat pasien positif covid-19. Kemudian ia mengalami sakit tenggorokan dan meminta dilakukan swab dan dinyatakan positif covid-19. (*)

Bersama-kita lawan virus corona. Serambinews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat Pesan Ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved