Berita Bireuen
Putus akibat Banjir 2017, Jembatan Alue Gandai, Peudada hingga Kini Belum Diperbaki
“Jembatan tersebut sudah rusak parah sejak 2017 lalu, kondisinya tidak bisa dilewati lagi,” ujarnya.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
“Jembatan tersebut sudah rusak parah sejak 2017 lalu, kondisinya tidak bisa dilewati lagi,” ujarnya.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Salah satu jembatan di ruas jalan di Dusun Kubang, Tujoh, Gampong Alue Gandai, Peudada, Bireuen yang putus dihantam banjir 2017 sampai sekarang belum diperbaiki.
Masyarakat mengharapkan dinas terkait untuk membantu masyarakat dengan
memperbaiki jembatan yang rusak tersebut.
Keuchik Gampong Alue Gandai, Abd Rahman yang didampingi Sekdesnya Afrizal SE kepada Serambinews.com, Rabu (21/10/2020) mengatakan, dalam musibah banjir beberapa tahun lalu di Gampong Alue Gandai, hingga saat ini masih menyisakan banyak derita bagi masyarakat.
Termasuk, rusaknya beberapa fasilitas publik yang bersentuhan langsung
dengan masyarakat.
Kerusakan yang sangat memprihatinkan tersebut, salah satunya jembatan
di ruas jalan Dusun Kubang Tujoh, Alue Gandai.
Di mana jalan yang menghubungkan Gampong Jaba, Gampong Tanjong Selamat, Gampong Alue Sijuek, dan sekitarnya rusak parah.
Baca juga: Sempat Tiga Kali Gagal, Polres Backup Pemasangan Tapal Batas Desa di Aceh Timur
Akses jembatan dan ruas jalan tersebut, selain mengangkut hasil bumi juga menghubungkan ke ruas jalan Pintoe Batee, Alu Kuta, Peudada.
“Jembatan tersebut sudah rusak parah sejak 2017 lalu, kondisinya tidak bisa dilewati lagi,” ujarnya.
Masyarakat setempat selama ini menggunakan jalan alternatif dan harus berputar, untuk turun ke Keude Beng Pineng dan sejumlah desa lainnya.
Sejak jembatan rusak, masyarakat mengalami kendala mengangkut hasil
bumi dan melakukan aktivitas lainnya..
Masyarakat berharap, dinas terkait untuk membantu masyarakat dengan
memperbaiki jalan tersebut.
Sehingga pengendara roda dua dan roda empat, akan mudah mengangkut hasil bumi dan tidak khawatir melintasi ruas jalan tersebut.
“Kerusakan fasilitas publik tersebut tidak mampu kami benahi dengan anggaran pendapatan belanja gampong (APBG) yang menelan anggaran ratusan juta rupiah,” ujar keuchik.
Disebutkan, pernah dilakukan perbaikan darurat dengan memasang pohon kelapa.
Namun, tidak bertahan lama dan jembatan darurat rusak kembali. (*)
Baca juga: Disdik Pidie Evaluasi Belajar Tatap Muka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/salah-satu-jembatan-di-desa-alue-gandai-rusak-sejak-2017-lalu.jpg)