Berita Aceh Tamiang
Berbenah Jadi Kota Digital, Aceh Tamiang Siapkan Tiga Aplikasi Andalan
Aplikasi yang tengah dirancang ini meliputi tiga aplikasi yang akan mengatur tarif parkir, pelayanan sampah dan transaksi jual-beli secara online.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Kabupaten Aceh Tamiang kembali akan meluncurkan aplikasi berbasis web untuk memudahkan pelayanan publik.
Aplikasi yang tengah dirancang di Dinas Kominfosan Aceh Tamiang ini meliputi tiga aplikasi yang akan mengatur tarif parkir, pelayanan sampah dan transaksi jual beli secara online.
Plt Kadis Kominfosan Aceh Tamiang Bastian mengungkapkan pembuatan tiga aplikasi ini merupakan pengembangan dari dua aplikasi yang dilahirkan pada bulan ini, yaitu Tamiang Pande dan Simbisa.
Khusus aplikasi Tamiang Pande, Bastian mengungkapkan telah menjadi rujukan beberapa daerah di Indonesia.
“Ke depan kita akan menggunakan parkir online sampah online dan Leu Mart,” kata Plt Kadis Kominfosan Aceh Tamiang Bastian, Kamis (22/10/2020).
Penerapan sistem online ini dipastikan Bastian akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah.
Dia memastikan para pengendara nantinya akan diuntungkan dengan parkir online karena akan lebih mudah dan hemat.
“Dalam satu hari, pengendara hanya dipotong satu kali walau berpindah-pindah lokasi. Jadi di tempat parkir kedua atau ketiga tidak dipotong lagi, kan jelas lebih hemat,” ungkap Bastian.
Manfaat serupa juga diperoleh dengan sistem sampah online. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa memanggil petugas kebersihan hanya sekali klik tanpa harus menjelaskan detil alamat rumah.
“Begitu diklik, petugas akan dipandu GPS untuk menuju ke rumah masyakarat. Sangat efisien,” sambungnya.
Baca juga: Maksimalkan Belajar Jarak Jauh dengan Aplikasi ‘Tamiang Pande’
Baca juga: Aplikasi Simbisa Diluncurkan, Cara Tamiang Awasi Penggunaan Dana Desa
Baca juga: Pernikahan Era Digital, Maharnya Pakai Saldo GoPay Rp 10 Juta
Baca juga: Mau Tahu Cara Mengecek Guru Bolos Mengajar, Pakai Aplikasi SIM-Asegar, Bisa diunduh di Play Store
Namun untuk mendapatkan fasilitas ini, masyarakat diwajibkan memisahkan sampah organik dan anorganik. Tujuannya agar sampah anorganik yang tidak mudah membusuk bisa dikelola dan menjadi pemasukan daerah.
Bastian menambahkan sistem sampah online ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah menanggulangi sampah anorganik.
“Hari ini sampah plastik kita terabaikan. Padahal ini memiliki nilai ekonomis dan ke depan akan dikelola oleh daerah dan otomatis menjadi pemasukan,” jelas Bastian.
Sementara aplikasi leu mart yang akan melibatkan pihak swasta dinilai Bastian akan berdampak positif langsung kepada masyarakat dan PNS dalam menghidupkan perekonomian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kominfosan.jpg)