Berita Banda Aceh
Awal-awal Covid-19 di Aceh, Banyak Penyandang Thalassemia tak Mendapatkan Darah
Saat awal-awal pandemi Covid-19 terjadi di Aceh, banyak dari penyandang thalassemia tidak mendapatkan darah....
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Jalimin
Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Saat awal-awal pandemi Covid-19 melanda Aceh, banyak dari penyandang Thalassemia tidak mendapatkan darah.
Hal tersebut karena orang-orang merasa takut untuk keluar rumah sebab virus tersebut, serta masih gamangnya terhadap penerapan protokol kesehatan.
Pendiri Yayasan Darah untuk Aceh, Nurjannah Husien menyampaikannya saat menjadi narasumber dalam Program Serambi Podcast Edisi Bincang Sosok dengan tema “We Care, We Inform, We Spread Love”, yang disiarkan langsung melalui Facebook Serambinews.com, Sabtu (24/10/2020).
“Kita juga tetap berkoordinasi dengan pihak terkait. Suatu hari memang banyak anak yang harus pulang dan ini bahayanya bagi mereka karena dalam perjalanan pulang takutnya akan terpapar dengan virus corona itu sendiri,” kata Nurjannah.
Meskipun demikian, tak menyurut langkahnya untuk tetap berupaya mencarikan pendonor yang bersedia mendonorkan darahnya ditengah pandemi saat ini.
“Saya hubungi pihak TNI untuk minta tolong, Pak Kasdam tolong bantu anak-anak kami yang butuh darah. Langsung Pak Kasdam menginfokan ke satuan-satuannya dan langsung terpenuhi saat itu. Kemudian saat bulan puasa juga saya minta tolong ke Polri, Pak Kapolda minta tolong dan langsung terpenuhi juga,” tuturnya.
Baca juga: Meninggal Dunia Sehari Sebelum El Clasico, Begini Kisah Tragis Bek Barcelona
Baca juga: Warga Kluet Timur Mengaku Nyaris Diterkam Harimau, Camat Minta BKSDA Bertindak Cepat
Baca juga: Erosi Krueng Meureubo Mengganas, Dua Unit Rumah Ambruk ke Sungai
“Mungkin itu salah satu alasan kenapa kami masih bertahan ditengah pandemi ini. Dimana kita juga ada ketakutan sendiri terhadap Covid-19, dan itu harus kita pendam. Tangan-tangan lain juga harus mengulur untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bagi penyandang thalassemia darah itu adalah kehidupannya,” sebutnya lagi.
Ia pun menuturkan saat ini kebutuhan darah tinggi, namun jumlah pendonor kurang. Dalam hal ini, Palang Merah Indonesia (PMI) juga sangat aktif mencarinya tapi kebutuhannya itu yang sangat tinggi.
“Kebutuhan tinggi, jumlah pendonor yang kurang karena pandemi itu tadi. Saya tiap hari menerima pesan yang menanyakan apa ada darah bu, besok mau datang. Ya, enggak bisa kita jawab untuk sekarang, kita enggak bisa menjaminnya,” kata Nurjannah Husien yang mengatakan protokol kesehatan di PMI diterapkan dengan baik dan bagus.(*)
Baca juga: Plt Gubernur Aceh Serahkan 29 Unit Rumah KAT Kepada Warga Sikundo, Ini Harapan Pemerintah
Baca juga: Begini Cara Paling Aman Membersihkan Telur Sebelum Disimpan, Jangan Sampai Keliru
Baca juga: Tekkomdik Aceh Latih Ratusan Guru se-Aceh Secara Virtual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/thalassemia_20151107_101426.jpg)