Perbaiki Hubungan dengan Israel, Sudan Disebut Tikam Palestina dari Belakang

Khartoum kini menjadi pemerintah Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel dalam dua bulan terakhir, setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Editor: Amirullah
SAID KHATIB / AFP
Orang-orang Palestina membawa plakat selama aksi protes di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 12 September 2020 untuk mengutuk normalisasi hubungan antara Bahrain dan Israel. Iran menyebut tindakan normalisasi yang dilakukan Bahrain "memalukan". 

SERAMBINEWS.COM - Perbaiki Hubungan dengan Israel, Sudan Disebut Tikam Palestina dari Belakang

Israel menyambut era baru hubungannya dengan dunia Arab, Jumat (23/10/2020) setelah pengumuman rencana normalisasi hubungan dengan Sudan.

Di sisi lain, perjanjian ini digambarkan Palestina sebagai tikaman baru di belakang.

"Ini adalah era baru. Era kedamaian sejati."

"Perdamaian yang berkembang dengan negara-negara Arab lainnya, tiga di antaranya dalam beberapa pekan terakhir," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah video, dikutip dari Reuters.

Bulan lalu, Israel mencapai kesepakatan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain.

()Presiden AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Haaretz/Mark Israel Salem)

Baca juga: Ziarah ke Makam sang Pahlawan Cilik, Doa Dyah Erti Idawati di Makam Rangga

Baca juga: Ayah Cabuli Anak Tirinya hingga Hamil, Terbongkar dari Kecurigaan Ibu Lihat Perubahan Tubuh Anaknya

"Di Khartoum, ibu kota Sudan, tiga prinsip Liga Arab diadopsi pada tahun 1967: Tidak ada perdamaian dengan Israel, tidak ada pengakuan atas Israel, dan tidak ada negosiasi dengan Israel," kata Netanyahu.

"Sedangkan hari ini Khartoum mengatakan: ya untuk perdamaian dengan Israel, ya untuk pengakuan Israel, dan normalisasi dengan Israel," tambahnya.

Pendekatan Israel dengan beberapa negara tetangga di tanah Arab mencerminkan pergeseran prioritas regional dan keprihatinan yang sama terhadap Iran.

Di sisi lain, Palestina menyebut negara Arab sudah mengesampingkan tujuan damai dengan Israel yang disepakati sebelumnya, yakni mau berdamai jika Israel menyerahkan tanah kepada Palestina dan mengakhiri pendudukan.

"Kepresidenan Palestina menekankan kecamannya dan penolakannya terhadap normalisasi hubungan dengan negara pendudukan Israel, yang menempati tanah Palestina," sebuah pernyataan yang dirilis kantor Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Anggota senior Abbas’s Palestine Liberation Organization (PLO), Wasel Abu Youssef, mengatakan langkah Sudan sama halnya menusuk dari belakang.

"(Keputusan normalisasi Sudan) merupakan tusukan baru di belakang rakyat Palestina dan pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina yang adil," katanya.

Baca juga: The King Lantak Laju Adam Mitter Pamit, Terbang ke Inggris, Ucap Terima Kasih ke Pendukung Persiraja

Baca juga: Cara Memperpanjang Masa Aktif Kartu Telkomsel Tanpa Harus Isi Pulsa, Ikuti Langkah Berikut

Baca juga: CCTV di Rumah Bang Joni Rekam Makhluk Aneh, Mirip Tuyul Tapi Masih Diselidiki

PM Netanyahu Sampaikan Terima Kasih pada Trump

Pengumuman kesepakatan perbaikan hubungan Israel dengan Sudan yang ditengahi AS muncul dua pekan sebelum Presiden Donald Trump menghadapi pemilu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved