Breaking News:

Rentenir Kembali Marak di Langsa

Meskipun sudah ada larangan dari Pemerintah Kota Langsa dan sempat sunyi aktivitas berapa pekan, praktik rentenir atau bank 47 ini kembali kambuh

Editor: bakri
For Serambinews.com
Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Langsa, H Ibrahim Latif. 

* IPHI Minta Penegak Hukum Ambil Tindakan

LANGSA - Meskipun sudah ada larangan dari Pemerintah Kota Langsa dan sempat sunyi aktivitas berapa pekan, praktik rentenir atau bank 47 ini kembali kambuh dan marak lagi di Langsa.

"Laporan kita dapat dari masyarakat, praktik peminjaman uang sistem riba (rentenir) ini kembali marak di daerah kita," kata Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Langsa, H Ibrahim Latif, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya, informasi yang diterima dari masyarakat bahwa para oknum lintah darat itu pada umumnya berasal dari provinsi tetangga. Bahkan sebagian oknum-oknum rentenir ini sudah memiliki rumah dan tinggal menetap di daerah ini, karena bisnis haramnya tersebut masih mulus berjalan walaupun dengan sembunyi-sembunyi.

Sebagiannya lagi, mereka masuk kembali ke Kota Langsa beberapa bulan lalu dan sempat keluar dari Langsa, pasca adanya peraturan larangan praktik rentenir dari daerah ini. "Sekarang modusnya, oknum rentenir ini menggunakan kaki tangan orang dalam (orang setempat) dan hubungan bisnisnya memakai media sosial (whatsapp), supaya aktivitasnya tidak terbaca," jelasnya.

Tambah pria akrap disapa Wak Him ini, rentenir beraksi sekarang setiap hari Minggu fokus di kawasan gampong-gampong yang jauh dari pantauan aparat pemerintahan dan penegak hukum. Mereka bekerjasama dan menggunakan jasa anak muda dan ibu-ibu masuk ke rumah-rumah masyarakat, untuk menawarkan pinjaman uang dengan syarat mudah cukup dengan foto copy KTP dan KK.

Ibrahim Latif juga Ketua Da'i Kota Langsa meminta kepada Pemko melalui instansi terkait dan pihak keamanan agar mengambil sikap tegas, menangkap para lintah darat itu yang semakin meresahkan masyarakat ini.

"Ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini memang sangat sulit, sehingga oknum rentenir ini dengan mudah membujuk warga agar mengambil uang pinjaman dengan bunga besar," sebutnya.

Supaya masyarakat selamat dan bebas dari jeratan praktek rentenir ini, pemerintah harus benar-benar serius menindaknya. Pemko dan pemerintah gampong agar dapat mengambil sikap menyelamatkan masyarakat dari praktik riba itu.

Selain itu ditakutkan, timpal Wakhin, oknum rentenir juga membawa misi tertentu masuk ke Aceh, di samping sebagai rentenir (bank keliling) mereka ada misi lain yang terselubung menurutnya. (zb)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved