Internasional
Komentar Emmanuel Macron Tentang Islam Mengarah Pada Tren #BoycottFrenchProducts
Seruan untuk boikot produk Prancis menjadi tren di media sosial pada Senin (26/10/2020) setelah komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang Isla
SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Seruan untuk boikot produk Prancis menjadi tren di media sosial pada Senin (26/10/2020) setelah komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang Islam.
Pada 16 Oktober 2020, seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya memenggal kepala Samuel Paty, seorang guru yang telah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelas tentang kebebasan berekspresi.
Paty dipenggal di luar sekolahnya di pinggiran kota di luar ibu kota Prancis.
Saat memuji gurunya pada 21 Oktober 2020, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak akan menyerah pada kartun.
Presiden Prancis juga mengatakan bahwa Paty dibunuh karena kaum Islamis ingin menghancurkan masa depan negaranya.
Komentar Macron telah menyebabkan kehebohan di dunia Arab dan sekitarnya, lansir TimesNow, Senin (26/10/2020).
Baca juga: Umat Islam di Timur Tengah Bersatu, Seruan Boikot Produk Prancis Meluas
Secara khusus, Macron awal bulan ini mengatakan: "Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia".
Setelah pernyataan Emmanuel Macron, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menuduh Presiden Prancis menyerang Islam.
Dalam serangkaian tweet pada Minggu (25/10/2020), PM Pakistan mengatakan komentar Macron akan menabur perpecahan.
PM Pakistan selanjutnya mengatakan:
"Dengan menyerang Islam, jelas tanpa memahaminya, Presiden Macron telah menyerang dan melukai sentimen jutaan Muslim di Eropa dan seluruh dunia.”
Baca juga: Hamas Kecam Prancis Soal Kartun dan Penghinaan atas Islam, Aktivis Boikot Produk Prancis
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu (25/10/2020) kembali mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk melakukan pemeriksaan mental.
Pada Sabtu (24/10/2020) juga, pemimpin Turki mendesak Macron untuk melakukan pemeriksaan mental seusai memperlakukan jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda seperti itu.
Setelah komentar Erdogan, Paris memanggil utusannya untuk Ankara.
Produk Prancis diboikot di beberapa negara, termasuk Qatar dan Kuwait.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-hindari-carrefour-di-istanbul-turki.jpg)