Berita Luar Negeri
Pemimpin Pakistan Minta CEO Mark Zuckerberg Melarang Konten Islamofobia di Facebook
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, pada hari Minggu, telah meminta CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk melarang konten Islamofobia.
SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, pada hari Minggu, telah meminta CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk melarang konten Islamofobia di situs tersebut.
Hal itu untuk mencegah peningkatan radikalisasi di kalangan Muslim.
Dalam sebuah surat yang diposting pemerintah Pakistan di Twitter, Imran Khan mengatakan bahwa "Islamofobia yang berkembang" mendorong ekstremisme dan kekerasan di seluruh dunia, terutama melalui platform media sosial seperti Facebook.
“Saya akan meminta Anda untuk menempatkan larangan serupa terhadap Islamofobia dan kebencian terhadap Islam di Facebook yang telah Anda lakukan untuk Holocaust,” kata Khan seperti dilansir Reuters, Senin (26/10/2020).
Baca juga: Pembunuh Kapal Induk Dikerahkan Dekat Taiwan, Rudal DF-17 China tak bisa Dilawan AS
Baca juga: UPDATE Covid-19 Aceh: Total Positif 7.212 Orang
Facebook mengatakan bulan ini sedang memperbarui kebijakan ujaran kebencian untuk melarang konten apa pun yang menyangkal atau mendistorsi Holocaust
"Seseorang tidak dapat mengirim pesan bahwa sementara pesan kebencian terhadap beberapa tidak dapat diterima, pesan ini dapat diterima terhadap yang lain," kata Khan.
Baca juga: Harga Emas Turun, Ini Pemicunya, Cek Daftar Lengkap Harga Emas Hari Ini
Baca juga: Ronaldinho Positif Covid-19, Saat Ini Sedang Jalani Isolasi Mandiri
Baca juga: Anak Jatuh dari Lantai 15, Saat Ibu Pergi Sebentar untuk Belanja, Istri Bingung Saat Ditelpon Suami
Ia menambahkan bahwa ini adalah "cerminan prasangka dan bias yang akan mendorong radikalisasi lebih lanjut".
Menanggapi seruan Khan, seorang juru bicara Facebook mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan itu menentang semua bentuk kebencian dan tidak mengizinkan serangan berdasarkan ras, etnis, asal negara atau agama.
"Kami akan menghapus perkataan yang mendorong kebencian ini segera setelah kami menyadarinya," kata juru bicara itu dalam pernyataan yang dikirim melalui email, menambahkan bahwa perusahaan memiliki "lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan".
Baca juga: Viral Puppy (Anak Anjing) Baru Lahir Jatuh ke Parit, Diselamatkan Pemuda yang juga Kru Pesawat
Baca juga: Oknum Polisi Kurir Narkotika Ditembak di Riau Kini Masih Dirawat, 2 Proyektil Behasil Dikeluarkan
Khan, dalam suratnya, merujuk pada situasi di Prancis, di mana, katanya, Islam dikaitkan dengan terorisme.
Sebelumnya pada hari Minggu, Khan mengatakan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron telah "menyerang Islam" dengan mendorong penayangan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.
Komentar Khan muncul setelah Macron memberikan penghormatan kepada seorang guru sejarah Prancis yang dipenggal oleh seorang radikal Islam yang ingin membalas penggunaan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad di kelas tentang kebebasan berekspresi.(*)
Baca juga: Raja Malaysia Tolak Permintaan Kedaan Darurat, Perdana Menteri Muhyiddin Didesak Mengundurkan Diri
Baca juga: VIRAL Lagi Mengemudi Mobil, Kawan Disamping Malah Tidur, Tiba-tiba Dibangunkan di Depan Mobil Derek
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul PM Pakistan Imran Khan meminta CEO Facebook melarang konten Islamofobia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perdana-menteri-pakistan-imran-khan.jpg)