Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Selatan

Sekda Aceh Selatan Buka Pelatihan Tata Kelola Dayah dan Pasantren

Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Selatan menggelar pelatihan peningkatan manejemen Dayah dan Pesantren se Kabupaten Aceh Selatan....

Penulis: Taufik Zass | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Selatan menggelar pelatihan peningkatan manejemen  dayah dan pesantren se-Kabupaten Aceh Selatan. Acara yang berlangsung di Aula Hotel Dianrana Tapaktuan ini dibuka oleh Sekda Aceh Selatan, H Nasjuddin SH MM, Selasa (27/10/2020). 

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Selatan menggelar pelatihan peningkatan manejemen  Dayah dan Pesantren se Kabupaten Aceh Selatan.

Acara yang berlangsung di Aula Hotel Dianrana Tapaktuan ini dibuka oleh Sekda Aceh Selatan, H Nasjuddin SH MM, Selasa (27/10/2020).

Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda H Nasjuddin SH MM mengatakan, keberadaan dayah sebagai lembaga Pendidikan keagamaan ini semakin dikenal luas oleh masyarakat.

"Berbagai sektor pendukung guna meningkatkan keberhasilan dayah  terus ditingkatkan. Sektor-sektor tersebut tidak terlepas dari tujuan Dayah, yaitu melahirkan generasi muda Islam yang berkualitas dari segi Agama, sains dan teknologi namun tetap berjiwa dayah," papar Bupati.

Modernisasi Dayah, lanjut bupati, merupakan langkah inovasi dalam meletakkan pondasi perkembangan Pendidikan Islam, terutama   untuk menjamin keberlangsungan Pendidikan sesuai tuntutan dan perkembangan zaman, dengan tidak menghilangkan prinsip-prinsip dasar tujuan Pendidikan Islam.

Baca juga: Polda Aceh Amankan Empat Pelaku Penyelundupan Etnis Rohingya, Begini Modus Operandinya

Baca juga: Viral Kisah Hijrah Ibu Rumah Pakai Hijab pada Usia 37 Tahun, Berawal Ada Pria Buang Muka

"Disamping itu tuntunan Agama yang bersifat universal, tidak membatasi gerak dan langkah dayah dalam mengembangkan berbagai metode untuk mewujudkan tujuan Pendidikan sesuai fitrah dan khittahnya," ungkap Bupati, Tgk Amran.

Menurut bupati, pentingnya penguasaan tata kelola administrasi, ternyata tak hanya dirasakan jajaran Birokrasi saja, namun  kesadaran ini mulai masuk dalam dunia pesantren dan dayah di Aceh khususnya Aceh Selatan.

"Dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dayah, perlu adanya manajemen tata kelola administrasi yang baik, teratur yang harus diterapkan pada masing-masing dayah di Kabupaten Aceh Selatan," jelasnya.

Bupati berharap, ke depan semua Dayah memiliki manajemen dan tertib administrasi yang efektif dan efisien, disamping dapat tertata dengan baik dan benar semua data maupun informasi yang dibutuhkan.

"Perubahan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM di dayah agar para pimpinan dan pengurus Dayah dapat menata manajemen Dayah lebih tertib, rapi dan professional," ungkapnya.

Melalui pelatihan manajemen aset ini, menurut Bupati juga mempunyai dampak yang cukup besar terhadap problem aset dan keuangan Dayah yang terjadi selama ini,  karena pada umumnya asset Dayah milik pribadi secara pewarisan, sebagai asset waqaf ummat Islam, ataupun milik Pemerintah yang dihibahkan dengan  melakukan restrukturisasi manajemen Dayah mengarahkan pada pembagian kerja yang tepat dan terarah.

"Bagi para pengurus Dayah, dengan digelarnya pelatihan ini agar memahami mengenai tata kelola aset Dayah dan di data dengan sebaik baiknya, dikarenakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta yang mewakili dari tiap-tiap Dayah dalam Kabupaten Aceh Selatan guna memahami tentang manajemen tata kelola Dayah," jelas Bupati..

Sebelumnya, berdasarkan laporan kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Selatan, Farid Wajidi peserta yang mengikuti kegiatan tersebut 90 orang yang terdiri dari pimpinan Dayah dalam Kabupaten Aceh Selatan. Kadis Deyah Farid Wajidi juga menyampaikan tujuan pelaksanaan ini untuk meningkatkan mutu Dayah dan juga guru guru dan Pendidikan Dayah dan penertiban administrasi.

"Nara sumber yang pada acara ini yakni, Prof Farid Wajidi, Abral Zim serta juga diisi dari Dinas Pendidikan Kabupaten, Infokom, dan juga dari Pustaka dan dari Dinas Dayah Aceh Selatan sendiri," ungkapnya. Selanjutnya, tambah Farid, kegiatan ini juga berlangsung enam gelombang dengan memakan waktu selama 18 hari dan setiap satu gelombang memakan waktu selama tiga hari.(*)

Baca juga: Catat! Ini Prediksi Cuaca di Enam Daerah untuk Tiga Hari ke Depan

Baca juga: Suami Mengamuk Banting Kompor Gas, tak Ada Makanan Saat Pulang Kerja, Ternyata Istri Lagi Ikut Senam

Baca juga: Pandemi Corona, Kaum Ibu Aceh Singkil Manfaatkan Lahan Pekarangan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved