Breaking News:

Internasional

PM Pakistan Serukan Pemimpin Muslim Lawan Islamofobia, Prancis Bersikukuh Atas Hak Ejek Agama Islam

Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan pada Rabu (28/10/2020) meminta kepada para pemimpin negara Muslim.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Arif ALI
Seorang pemuda Muslim menggunakan sandal untuk memukul poster gambar seekor anjing dengan kepala Presiden Prancis Emmanuel Macron selama demo terhadap komentar Macron atas karikatur Nabi Muhammad, di Lahore Pakistan, Rabu (28/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan pada Rabu (28/10/2020) meminta kepada para pemimpin negara Muslim.

Dia berharap untuk dapat bertindak bersama melawan Islamofobia, karena kemarahan tumbuh terhadap pembelaan Prancis atas hak untuk mengejek agama Islam.

Umat ​​Muslim di seluruh dunia telah bereaksi dengan marah terhadap pembelaan kebebasan berbicara Presiden Prancis Emmanuel Macron, lansirAFP, Rabu (28/10/2020).

Setelah seorang guru sekolah Prancis yang telah menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad terbunuh.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan (AFP)

Baca juga: Pemimpin Pakistan Minta CEO Mark Zuckerberg Melarang Konten Islamofobia di Facebook

Khan menuduh negara-negara Eropa mengejek Nabi, mengizinkan diskriminasi terhadap Muslim dan menolak wanita Muslim mengenakan pakaian konservatif.

"Pernyataan baru-baru ini di tingkat kepemimpinan dan insiden penodaan Alquran merupakan refleksi dari peningkatan Islamofobia yang menyebar di negara-negara Eropa," kata surat itu.

Beberapa hari setelah Khan menuduh Macron menyerang Islam.

Dalam pidatonya di Lahore pada Rabu (28/10/2020), Khan menambahkan kehidupan Muslim telah dipersulit di Prancis, dan negara-negara Barat harus mempertimbangkan kepekaan para penganutnya.

Baca juga: PM Pakistan Menuduh Presiden Prancis Menyerang Islam, Bela Penerbitan Kartun Nabi Muhammad

Karikatur Nabi Muhammad dilarang oleh Islam dan penistaan ​​adalah isu yang meledak di Pakistan yang ultra-konservatif.

Di mana siapapun yang dianggap telah menghina Islam atau tokoh Islam dapat menghadapi hukuman mati.

Komentar Macron telah memicu protes dan seruan untuk memboikot barang-barang Prancis di beberapa negara mayoritas Muslim.

Protes kecil dan tersebar telah terjadi di seluruh Pakistan minggu ini, termasuk di kota pelabuhan Karachi pada Rabu (28/10/2020).

Baca juga: India Tembak Jatuh Quadcopter Pakistan, Dekat Perbatasan Jammu dan Kashmir

Kantor Khan sebelumnya menulis surat kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg meminta raksasa media sosial itu untuk menghapus konten Islamofobia.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved