Internasional
Presiden Siprus dan Lebanon Kecam Keras Serangan Mengerikan di Gereja Nice
Presiden Siprus Nicos Anastasiades, Kamis (29/10/2020) mengatakan ngeri dan sedih oleh serangan pisau mengerikan di gereja Nice.
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Presiden Siprus Nicos Anastasiades, Kamis (29/10/2020) mengatakan ngeri dan sedih oleh serangan pisau mengerikan di gereja Nice.
Berbicara kepada rekan Prancisnya dan orang-orang Prancis, Anastasiades memposting di akun Twitter resminya bahwa orang Siprus ikut berduka.
Dia mengatakan Siprus berdiri bersatu melawan kebencian dan terorisme.
Hati kami bersama para korban dan orang yang mereka cintai,” kata Anastasiades
Baca juga: Paus Fransiskus Sampaikan Solidaritas ke Prancis, Serangan Mengerikan di Gereje Nice
Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri juga memposting di Twitter dengan mengeluarkan kecaman kuat atas serangan di Gereja Notre Dame di Nice, menyebutnya sebagai kejahatan keji.
"Terorisme tidak memiliki agama, dan semua Muslim diminta untuk menolak tindakan kriminal yang tidak terkait dengan Islam atau Nabi yang kami cintai," tulisnya.
Negara kaya energi Qatar juga mengeluarkan kecaman keras atas serangan di gereja Nice.
Kementerian Luar Negeri mengatakan ingin menegaskan kembali sikap tegas Qatar dalam menolak kekerasan dan terorisme, terlepas dari motif dan alasannya.
Baca juga: Kanselir Jerman Terguncang Dengan Pembunuhan Mengerikan di Prancis
Seorang diplomat terkemuka Emirat, Anwar Gargash, menulis di Twitter tentang hari lahir Nabi dan mengatakan:
"Kami menegaskan bahwa pidato kekerasan dan ekstremisme tidak mewakili kami."(*)
Baca juga: Konsulat Prancis di Arab Saudi Diserang Pria Berpisau, Penjaga Terluka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/serangan-ke-gereja-nice-prancis7.jpg)