Hak Angket DPRA
Anggota DPRA Dituding Terima Uang tak Hadir Sidang Hak Angket, Irwan Djohan: Sebut Nama Saya
Saya minta kejantanan oknum-oknum tersebut untuk menyebutkan nama saya secara keras dan jelas
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPRA dari Partai NasDem T Irwan Djohan menyatakan tidak terima dengan pernyataan anggota DPRA dari PAN Irpannusir soal ketidakhadiran sejumlah anggota DPRA saat rapat paripurna usulan penggunaan hak angket terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah Selasa lalu (27/10/2020).
Dalam rapat yang berakhir ditunda karena tidak mencukupi kuorum, Irpannusir yang juga salah seorang inisiator pengusul hak angket menolak penundaan rapat paripurna pengusulan penggunaan hak angket.
"Saya sangat keberatan bila sidang paripurna hari ini ditunda. apalagi untuk dibawa ke Banmus," katanya saat melakukan interupsi pada sidang tersebut.
Menurutnya, masyarakat harus tahu bahwa jangan gara-gara ketidakhadiran beberapa anggota DPRA, maka sidang paripurna ini harus diulangi.
Baca juga: Kegiatan Warga di Masa Liburan, Menikmati Jajanan di Jalan Merdeka Timur
Baca juga: Pelaku Penikaman Ustadz di Aceh Tenggara Diamankan, Ini Penjelasan Polda Aceh
Baca juga: 8 Hal Menarik Dilakukan Sebelum Menikah: Mulai Belajar Memasak Hingga Habiskan Waktu dengan Ibumu
"Itu sangat keliru pimpinan," ungkapnya dengan suara lantang.
Menurut informasi, kata Irfannusir, sebelumnya anggota DPRA yang tak hadir pada rapat paripurna ini sudah berjanji untuk hadir.
Anggota DPRA yang dimaksud adalah anggota Fraksi PPP dan Fraksi PKB-PDA.
"Tapi, Subuh tadi (Selasa subuh) semuanya berubah. Bahkan, menurut informasi yang kami dapat, mereka sudah gadaikan harga dirinya selaku anggota DPRA untuk tidak hadir ke dalam ruangan ini," ungkap Irpannusir.
Irpannusir menuding para anggota dewan yang tidak hadir sudah menerima siraman pundi-pundi.
Kalimat terakhir inilah yang kemudian diprotes oleh anggota DPRA yang tidak hadir saat rapat paripurna kemarin.
Salah satunya T Irwan Djohan yang dia tulis di dinding facebooknya, Kamis (29/10/2020).
"Saya tidak hadir dalam Sidang Paripurna DPRA tentang Hak Angket tanggal 27 Oktober 2020," katanya mengawali statusnya.
Pasca sidang yang gagal tersebut, katanya, ada oknum-oknum --baik oknum Anggota DPRA maupun non anggota DPRA-- yang melontarkan tuduhan bahwa para anggota DPRA yang tidak hadir dalam sidang tersebut dikarenakan telah menerima pundi-pundi (uang) agar tidak hadir.
"Saya minta kejantanan oknum-oknum tersebut untuk menyebutkan nama saya secara keras dan jelas sebagai salah satu yang ikut menerima pundi-pundi (uang) yang mereka sebutkan itu," kata mantan Wakil Ketua DPRA ini.
"Tolong... Kalau memang Anda laki-laki, sebutkan nama saya secara jelas di media, bahwa saya adalah penerima uang itu.
Nama saya : TEUKU IRWAN DJOHAN
Sebutkan nama saya.
Kemudian sama-sama kita buktikan di pengadilan," tulis Irwan Djohan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/irwan-djohan_20151014_194335.jpg)