Berita Foto
FOTO- Usai Shalat Jumat, Umat Muslim Dunia Kutuk Presiden Prancis Emmanuel Macron
Para pengunjukrasa membawa bendera hitam putih dengan lambang Islamis, para aktivis Islam Sunni berteriak, "Siap melayani Anda, ya Nabi Allah."
Mereka meneriakkan, "Dengan jiwa kami dan dengan darah kami, kami berkorban untuk nabi kami, Muhammad."
SERAMBINEWS.COM - Ribuan umat muslim, dari berbagai negara seperti Pakistan, Lebanon hingga Palestina turun ke jalan usai melaksanakan Shalat Jumat, dalam aksi protes anti-Perancis setelah penayangan karikatur Nabi Muhammad.
Demonstrasi ratusan orang Palestina memprotes Macron di luar Masjid Al-Aqsa yang merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam.
Mereka meneriakkan, "Dengan jiwa kami dan dengan darah kami, kami berkorban untuk nabi kami, Muhammad," seperti dikutip dari startribune.com, Jumat (30/10/2020).
Beberapa pemuda bentrok dengan polisi Israel saat mereka keluar dari lapangan terbuka ke Kota Tua.
Baca juga: Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, Muslim Berhak Membunuh Orang Prancis, Twitter Hapus Postingan
Polisi Israel mengatakan mereka berhasil membubarkan pertemuan itu dan menahan tiga orang.
Demonstrasi juga berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad.
Aksi ini berubah menjadi kekerasan ketika sekitar 2.000 orang yang mencoba berbaris menuju Kedutaan Besar Prancis didorong mundur oleh polisi.
Polisi menembakkan gas air mata dan memukuli pengunjuk rasa dengan tongkat.
Massa aktivis Islamis menggantungkan patung Presiden Prancis Emmanuel Macron dari jembatan layang jalan raya setelah memukulnya dengan keras dengan sepatu mereka.
Beberapa demonstran terluka dalam bentrokan dengan polisi.
Pihak berwenang mengerahkan lebih banyak pasukan keamanan untuk melindungi kedutaan.
Sementara itu di Kota Lahore di timur Pakistan, ribuan jamaah yang merayakan Maulid, hari lahir Nabi Muhammad Saw, turun ke jalan meneriakkan slogan-slogan anti-Perancis.
Baca juga: Konsulat Prancis di Arab Saudi Diserang Pria Berpisau, Penjaga Terluka
Mereka mengibarkan spanduk dan menutup jalan-jalan utama di kawasan itu.
Di Multan, sebuah kota di provinsi Punjab timur Pakistan, umat Islam membakar patung Macron dan menuntut Pakistan memutuskan hubungan dengan Prancis dan memboikot barang-barang Prancis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/boikot-produk-prancis-1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pendukung-hamas-palestina.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/protes-terhadap-publikasi-kartun.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/publikasi-kartun-nabi.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demo-di-kota-kabul.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bakar-poster-bergambar-presiden-prancis-emmanuel-macron.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengunjuk-rasa-pakistan.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/palestina-memprotes-publikasi-kartun-nabi-muhammad.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-palestina-menginjak-bendera-prancis.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demonstran-muslim-di-provinsi-nangarhar.jpg)