Selasa, 21 April 2026

Internasional

Pelaku Serangan Mengerikan di Gereja Nice Asal Tunisia, Baru 20 Hari di Prancis

Pelaku serangan mengerikan gereja di Nice yang menewaskan tiga orang merupakan pemuda asal Tunisia berusia 21 tahun yang memasuki Prancis awal bulan

Editor: M Nur Pakar
AFP/Valery HACHE
Tim penyelidik dan Polisi forensik bekerja di luar gereja Notre-Dame de l'Assomption Basilica di Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020) malam. 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Pelaku serangan mengerikan gereja di Nice yang menewaskan tiga orang merupakan pemuda asal Tunisia berusia 21 tahun yang memasuki Prancis awal bulan ini.

Kepala Jaksa Anti-Terorisme Prancis, Jean-François Ricard mengatakan dalam konferensi pers bahwa pria itu memasuki Prancis pada 9 Oktober 2020.

Disebutkan, sebelumnya berada di Lampedusa, sebuah pulau Italia yang berfungsi sebagai pintu masuk Eropa bagi para migran dari Afrika.

Pihak berwenang sedang menyelidiki serangan itu sebagai tindakan dugaan terorisme.

Ricard mengatakan pria itu, yang belum diidentifikasi dan tidak diketahui pejabat intelijen Prancis, memasuki Basilika Notre Dame di kota Nice pada Kamis (29/10/2020) pagi pukul 08:15 waktu setempat.

Baca juga: Presiden Prancis Tingkatkan Keamanan Dalam Negeri, 7.000 Pasukan Keamanan Disebar ke Seluruh Negeri

Lima belas menit kemudian, tersangka mulai menikam orang, kata Ricard.

Dua wanita beruusia 60 dan 44 tahun, dan seorang pria berusia 55 tahun yang memimpin bagian dari kebaktian gereja, tewas dalam serangan itu.

Wanita dan pria yang lebih tua itu menderita luka serius di tenggorokan mereka dan ditemukan tewas di dalam basilika, kata Ricard.

Wanita lainnya melarikan diri dan ditemukan tewas di restoran terdekat setelah ditikam itusuk beberapa kali.

Para saksi di dalam gereja menggambarkan mendengar pria itu berteriak "Allahu Akbar," kata Ricard.

Pihak berwenang menemukan barang-barang yang mereka sebut milik tersangka, termasuk Alquran, tiga pisau, dan dua ponsel.

Petugas yang menanggapi menahan tersangka mengatakan pelaku terluka parah dan tetap dalam kondisi kritis, kata Ricard, lansir NBC, Jumat (30/102/20).

Baca juga: Seorang Pria Berpisau Serang Gereja di Nice Prancis, Seorang Wanita Lari ke Cafe Ditikam Sampai Mati

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji untuk melindungi sekolah dan tempat ibadah dengan melipatgandakan jumlah tentara yang dikerahkan untuk melindungi dari serangan.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex juga mengatakan telah menaikkan status siaga keamanan ke tingkat tertinggi, dalam apa yang digambarkan polisi sebagai serangan teroris di kota pantai selatan itu.

Serangan Nice terjadi saat ketegangan yang meningkat antara Prancis dan dunia Muslim atas publikasi ulang karikatur Nabi Muhammad oleh surat kabar satir, Charlie Hebdo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved