Kisah Inspiratif
Kisah Marbot Masjid 10 Kali Ikut Tes Akmil, Akhirnya Anak Petani Ini Lulus, Begini Ceritanya
Demi membahagiakan kedua orangtuanya Fadlul Rohman seorang marbot (penjaga masjid) selama sepuluh tahun ikut sepuluh kali
Demi membahagiakan kedua orangtuanya Fadlul Rohman seorang marbot (penjaga masjid) selama sepuluh tahun ikut sepuluh kali
SERAMBINEWS.COM - Setiap cita-cita harus diiringi dengan usaha dan doa.
Kisah inspiratif ini menarik disimak, dimana perjuangan yang dialami seorang penjaga masjid.
Demi membahagiakan kedua orangtuanya Fadlul Rohman seorang marbot (penjaga masjid) selama sepuluh tahun ikut sepuluh kali tes Akmil.
Usahanya tak sia-sia, cita-citanya ingin jadi abdi negara akhirnya kesampaian.
Fadlul Rohman lolos menjadi taruna Akmil 2019.
Baca juga: Yuk, Bikin Ayam Panggang Madu Pedas Enak, Begini Resep dan Cara Membuatnya
Baca juga: Intip! Ayam Balado Enak, Ternyata Bumbu Rahasia Ini yang Bikin Sambalnya
Baca juga: Begini Cara Mengatasi Bibir Pecah-pecah, Bisa Gunakan Pelembap Ekstra
Semangat Fadlul Rohman untuk menjadi prajurit TNI semakin membara setelah mendapat motivasi dari Jenderal Andika Perkasa.
Setelah dinyatakan lulus dari sekolahnya pada 2016, Fadlul Rohman langsung mendaftar Akademi Militer (Akmil) di Kodam V Brawijaya.
Namun, kala itu Fadlul Rohman gagal di tingkat Sub Panda tanpa keterangan.
Adapun Fadlul Rohman juga gagal lagi ketika mendaftar Caba TNI AD di tingkat Sub Panda pada tahun yang sama.
Sebelum mengulangi perjuangannya, Fadlul Rohman mengaku pernah bekerja di salah satu apotek di Banyuwangi sebagai asisten apoteker.
Adapun Fadlul Rohman sempat berniat untuk kuliah, namun karena tak punya biaya, ia harus mengubur dalam-dalam keinginannya untuk kuliah.
Pada tahun 2017, Fadlul Rohman kembali mencoba mendaftar Akademi Militer (Akmil) dan kali ini pun harus gagal pada tingkat Sub Panda.
Di tahun yang sama, Fadlul Rohman kembali mencoba Caba TNI AD namun harus gagal juga di tingkat Parade.
Tak mau menyerah, Fadlul Rohman kembali mendaftar sebagai Taruna AAU dan Caba TNI AU pada tahun 2017 namun lagi-lagi gagal.