Internasional
Prancis Buka Kembali Sekolah, Seusai Pemenggalan Kepala Guru Sejarah
Sekolah di Prancis dibuka kembali Senin (2/11/2020) untuk pertama kalinya sejak pemenggalan kepala seorang guru sejarah.
Macron telah membela keputusan untuk menerbitkan karikatur tersebut, yang menurutnya merupakan dua hak yang paling dihargai Prancis: kebebasan berekspresi dan sekularisme.
Kartun tersebut awalnya diterbitkan di Denmark pada tahun 2005 dan di tempat lain kemudian di negara-negara di mana kebebasan berekspresi dianggap tidak dapat diganggu gugat.
Banyak Muslim melihat sebagai penistaan.
Baca juga: Prancis Tangkap Dua Orang Terkait Serangan Mengerikan di Gereja Nice
“Kami berhak percaya bahwa karikatur ini tidak enak," kata Gerald Darmanin, Menteri Dalam negeri Prancis kepada televisi BFM, Senin (2/11/2020).
"Ada banyak orang yang menurut saya berselera buruk," tambahnya.
"Ada banyak orang yang menurut saya mengatakan hal-hal bodoh,” ujarnya.
"Tapi aku akan membela sampai mati hakmu untuk mengatakannya, seperti yang dikatakan Voltaire," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekolah-dibuka-lagi-di-prancis.jpg)