Breaking News:

Sosok

Tri Mulyadi, Bintara yang Terampil Membuat Gitar Elektrik

Saat masih duduk di bangkus kelas 1 SMK, Tri yang lahir di lingkungan perajin gitar sudah mampu menciptakan sebuah gitar elektrik.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Dok Tri
Tri Mulyadi saat menyelesaikan satu pesanan gitar elektrik. Keterampilan membuat gitar ini diperolehnya otodidak dari kampung halamannya di Karanganyar, Jawa Tengah. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Lengkingan gitar elektrik meraung kencang dari petikan tangan Tri Mulyadi.

Layaknya gitaris profesional, bintara Kodim 0117/Atam ini mengulik sejumlah hit milik band rock papan atas nasional.

Tri bukan hanya mahir memainkan gitar elektrik. Di balik ketegasannya sebagai prajurit TNI, Sersan Satu ini juga sosok andal dalam mengolah kayu menjadi gitar.

Ya, Tri Mulyadi ternyata memiliki bakat terpendam sebagai perajin gitar elektrik. Ilmu ini diperolehnya secara otodidak sejak remaja.

Baca juga: Menikmati Sajian Kuliner Khas Aceh Singkil Gedah Sagu, Bupati pun tak Mau Ketinggalan

Baca juga: Polisi Tembak Mati Satu Gembong Narkoba Jaringan Internasional, Kapolda: Ini Warning Bagi Sindikat

Saat masih duduk di bangkus kelas 1 SMK, Tri yang lahir di lingkungan perajin gitar sudah mampu menciptakan sebuah gitar elektrik.

“Kampung saya di Karanganyar, Solo memang banyak perajin gitar elektrik. Pelan-pelan saya pelajari, dan tahun 1996 ketika masih kelas satu STM, saya akhirnya bisa membuat gitar sendiri,” kata Tri, Selasa (3/11/2020).

Keterampilannya ini tetap berlanjut ketika Tri bertugas di Yonif Raider 111/KB di Aceh Tamiang pada 2005. Di tengah kesibukannya sebagai prajurit, dia berhasil menciptakan tiga buah gitar elektrik.

“Secara keseluruhan selama bertugas di Aceh Tamiang ada tujuh gitar yang telah saya buat. Tiga saya buat ketika masih di Batalyon, empat gitar saya buat selama masa pandemi Covid-19,” kata Tri yang sementara tidak melayani pesanan gitar akustik.

Selama ini gitar hasil karyanya dibeli oleh sesama temannya, atau ada juga dijual melalui toko online. Salah satu keunggulan gitar yang diberi merek Mas Tri ini, pemesan dipersilahkan menentukan model bak sesuai selera.

Secara umum dia mengaku tidak menemui kendala berarti dalam menyalurkan bakatnya ini. Untuk bahan dasar, dia menggunakan beragam jenis kayu, mulai dari kayu limbah somil yang tidak terpakai, kemudian kayu pule, medang, tapak gajah, sungkai, mahoni, merbau hingga damar, sedangkan elemen gitar lainnya dia beli melalui toko online.

“Kalau kendala paling cuma keterbatasan waktu, karena ini kan selingan. Tugas utama tetap TNI,” kata Tri yang membutuhkan waktu sebulan untuk menghasilkan satu gitar elektrik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved