Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Dikelola Dua Kampung, Pasar Opak Diharapkan Jadi Sentra Bisnis Baru di Aceh Tamiang

“Pasar Opak ini dikelola oleh BUMK. Saat ini ada dua kampung yang mengelola, yakni Kampung Upah dan Kampung Simpangempat,” kata Bupati Aceh Tamiang.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Lahan perkebunan kelapa sawit yang akan dijadikan relokasi Pasar Opak terlihat sudah bersih, Rabu (4/11/2020). Pemkab Aceh Tamiang kembali meminta perluasan lahan dengan menebang kembali 40 batang kelapa sawit. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kehadiran Pasar Opak di Kampung Upah, Kecamatan Bendahara diyakini akan menciptakan sentra perekonomian baru di Aceh Tamiang.

Keyakinan ini muncul setelah Pemkab Aceh Tamiang memercayakan pengelolaan pasar tradisional ini kepada aparatur kampung.

“Pasar Opak ini dikelola oleh BUMK. Saat ini ada dua kampung yang mengelola, yakni Kampung Upah dan Kampung Simpangempat,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Rabu (4/11/2020).

Keterlibatan dua kampung ini sendiri didasari letak awal Pasar Opak yang berada di Kampung Simpangempat, Karangbaru, sedangkan lokasi baru terletak di Kampung Upah, Bendahara.

“Kemungkinan akan ada satu kampung lagi yang bergabung. Kita berharap ini menjadi contoh kampung lain untuk berkolaborasi dalam mengelola dana desa,” ungkap Mursil.

Baca juga: Relokasi Pasar Opak, Mursil Minta Mopoli Raya kembali Tebang 40 Sawit

Baca juga: VIRAL Gelagat Lucu Emak Saat Tes Suhu Badan, Tunduk Kepala dan Sebut Anyonghaseyo

Baca juga: Update Hari Ini, Satgas Covid-19 Masih Pantau 21 Warga Lhokseumawe Suspek Corona

Dia pun berharap, para datok penghulu bisa mengambil pelajaran dari sejumlah desa di Pulau Jawa yang telah berhasil mengelola dana desa menjadi sumber pendapatan kampung.

“Di Bali dan di Jawa Barat sudah ada desa yang BUMK-nya hasilkan puluhan miliar. Saya berharap, Pasar Opak bisa menjadi motivasi kampung lain untuk berkembang,” harapnya.

Mursil menerangkan, relokasi Pasar Opak sudah sangat mendesak dan seharusnya dilakukan tiga tahun lalu. Keberadaan pedagang yang sudah memenuhi badan jalan membuat arus lalu lintas macet parah.

Kondisi ini diperparah lalu lalang kendaraan berat yang mengangkut minyak milik Pertamina. “Itu salah satu jalur utama ke Pertamina, makanya ketika truk minyak lewat, kondisi semakin parah,” ucap Mursil.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved