Rabu, 8 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Relokasi Pasar Opak, Mursil Minta Mopoli Raya kembali Tebang 40 Sawit

Mursil menjelaskan, permohonan penebangan 40 batang pohon kelapa sawit ini berkaitan dengan rencana relokasi pedagang Pasar Opak yang saat ini...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Lahan perkebunan kelapa sawit yang akan dijadikan relokasi Pasar Opak terlihat sudah bersih, Rabu (4/11/2020). Pemkab Aceh Tamiang kembali meminta perluasan lahan dengan menebang kembali 40 batang kelapa sawit. 

Mursil menjelaskan, permohonan penebangan 40 batang pohon kelapa sawit ini berkaitan dengan rencana relokasi pedagang Pasar Opak yang saat ini sudah tumpah ke badan jalan Kampung Simpang IV, Kecamatan Karangbaru.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – PT Mopoli Raya kembali diminta menebang 40 batang pohon kelapa sawit, di areal perkebunan Kampung Upah, Bendahara, Aceh Tamiang.

Permintaan ini disampaikan langsung Bupati Aceh Tamiang, Mursil dengan menyurati komisaris perusahaan perkebunan kelapa sawit itu.

Namun dipastikan, areal penebangan ini sebelumnya sudah dilakukan pelepasan HGU.

“Sudah ada balasan dari pihak komisaris dan mereka memenuhi permintaan kita,” kata Mursil, Rabu (4/11/2020).

Mursil menjelaskan, permohonan penebangan 40 batang pohon kelapa sawit ini berkaitan dengan rencana relokasi pedagang Pasar Opak yang saat ini sudah tumpah ke badan jalan Kampung Simpang IV, Kecamatan Karangbaru.

Diakuinya, permohonan ini merupakan yang kedua kali diajukan, setelah pada permohonan pertama telah dilakukan penebangan 30 batang pohon kelapa sawit.

Baca juga: Mudah! Begini Cara Hilangkan Ketombe dalam Semalam, Cukup Pakai Bahan Alami

Menurutnya, berdasarkan desain yang dibuat Dinas PUPR Aceh Tamiang, areal pasar baru ini membutuhkan areal yang lebih luas.

“Kita sangat mengapresiasi pihak Mopoli, karena mendukung program pembangunan pemerintah daerah. Artinya, mereka sudah mengorbankan 70 batang pohon sawitnya untuk relokasi ini,” ucap Mursil.

Dia menambahkan, relokasi Pasar Opak sudah sangat mendesak dan seharusnya dilakukan tiga tahun lalu.

Keberadaan pedagang yang sudah memenuhi badan jalan, membuat arus lalu lintas macet parah.

Kondisi ini diperparah, lalu lalang kendaraan berat yang mengangkut minyak milik Pertamina.

“Itu salah satu jalur utama ke Pertamina, makanya ketika truk minyak lewat, kondisi semakin parah,” ucap Mursil.

Mursil sendiri bersama sejumlah SKPK, di antaranya Kadis PUPR, Kadis Perindagkop, Camat Karangbaru, Camat Bendahara, dan masing-masing datok penghulu di daerah itu sudah meninjau lokasi baru itu pada Selasa (3/11/2020) siang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved