Breaking News:

Berita Banda Aceh

Golkar Aceh Kecam Presiden Prancis Macron yang Menghina Islam

Partai Golkar Aceh mengecam tindakan dan ucapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang memghina umat Islam dan Nabi Muhamamd dengan dalih..

AFP/Munir Uz zaman
Para demonstran membakar patung Presiden Prancis Emmanuel Macron selama demonstrasi anti-Prancis di Dhaka, Bangladesh, Senin (2/102020). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Partai Golkar  Aceh mengecam tindakan dan ucapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang memghina umat Islam dan Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan ekspresi.

Ketua Bidang Syariat Islam  Partai Golkar Aceh, Roys Vahlevi kepada Serambinews.com, Rabu (4/11/2020) mengungkapkan bahwa sebenarnya ucapan Macron telah memecah belah antar umat beragama di dunia.

"Kebebasan berekspresi yang bisa mengeliminasi  kesakralan atau simbol-simbol sebuah agama adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan. Misalnya menunjukan kartun Nabi yang di dalam Islam itu jelas dilarang. Kita harus tahu batasan kita masing-masing jika ingin dihormati,” kata Roys.

Roys menegaskan tindakan terorisme tidak ada relevansinya dengan agama apapun. Terorisme adalah kejahatan luar biasa yang tidak mengenal agama.

"Seandainya Presiden Prancis ini tahu bagaimana Islam mengajarkan tentang kedamaian," ujar dia lagi.

Untuk itu, Golkar Aceh melalui Bidang Syari’at Islam mengecam keras pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mendukung penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah satir Charlie Hebdo dan menyebutnya sebagai kebebasan berekspresi.

Golkar menurut Roys, mendukung sepenuhnya sikap Pemerintah Indonesia yang mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi dunia untuk membangun dunia yang lebih baik.

"Presiden Prancis Macron harus berusaha untuk  bisa menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana. Macron harus paham, bahwa semua bangsa punya hak untuk tinggal dan hidup di bumi ini," tambah Roys.

Politikus Partai Golkar ini juga meminta Presiden Macron harus lebih moderat dan demokratis serta melindungi kepentingan semua golongan dengan tidak melakukan tindakan yang menyimpulkan hal-hal yang berseberangan tentang Islam, apalagi menuduh Islam sebagai agama yang radikal.

"Kami mengimbau untuk semua umat bisa mengendalikan diri, kemarahan kita saat ini jangan sampai mudah terprovokasi, sehingga melakukan tindakan-tindakan yang merusak. Mari kita jaga solidaritas dan soliditas antar sesama serta berdoa, agar kita terhindar dari hal-hal yang mencelakai diri kita semua dan kedamaian dunia dapat terwujud," demikian pesan Roys.(*)

Baca juga: Tindak Lanjuti Permintaan Demo, Pemkab Aceh Jaya Gelar Pertemuan dan Ini Hasilnya

Baca juga: Baitul Mal Abdya Hampir Rampung Bangun Ruko untuk Janda Miskin Korban Kebakaran

Baca juga: Bu Guru Ngaji Tewas Tanpa Pakaian dengan Kondisi Luka Lebam, Polisi Temukan Bukti Ini di Dasar Sumur

 

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved