Video
VIDEO Inggris Lockdown Lagi, Dimulai dari London, Premier League Tetap Lanjut
Keputusan itu diambil setelah kasus Covid-19 di Britania Raya mencapai 1 juta kasus dan adanya gelombang kedua infeksi virus corona.
Penulis: Thesi Suryadi | Editor: Mursal Ismail
Keputusan itu diambil setelah kasus Covid-19 di Britania Raya mencapai 1 juta kasus dan adanya gelombang kedua infeksi virus corona.
SERAMBINEWS.COM – Inggris telah mulai memberlakukan penguncian atau lockdown tahap kedua pada Kamis (5/11/2020) dini hari.
Lockdown kali kedua yang dimulai dari London, ibu kota Inggris ini, diberlakukan menyusul meningkatkan kasus jangkitan Covid-19.
Kebijakan lockdown kedua kalinya ini diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (31/10/2020) sore waktu setempat.
Lockdown ini akan berlangsung hingga 2 Desember.
Keputusan itu diambil setelah kasus Covid-19 di Britania Raya mencapai 1 juta kasus dan adanya gelombang kedua infeksi virus corona.
Angka kematian di Inggris akibat Covid-19 adalah yang tertinggi di Eropa dengan penambahan kasus perhari mencapai 20.000 kasus.
Baca juga: Inggris Naikkan Status Ancaman Teroris
Baca juga: Jamie Vardy Pemain Tertajam di Liga Inggris dalam Setahun Terakhir
Baca juga: Update Covid-19 Aceh; Jumlah Positif Capai 7.526 Orang
Dikutip dari Kompas.com, para ilmuwan memperingatkan bahwa skenario "terburuk" dengan 80.000 kematian mungkin dapat terlampaui.
Selama lockdown, rakyat Inggris hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk alasan tertentu seperti bersekolah, bekerja, olah raga, berbelanja kebutuhan, dan membeli obat-obatan.
“Kita harus bertindak sekarang,” kata Johnson, diapit oleh Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty dan Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah Inggris Patrick Vallance.
Johnson menambahkan jika lockdown tidak segera diterapkan, dia khawatir jumlah kematian di Inggris akan terus meningkat.
Selain itu, pemerintah Inggris akan menghidupkan kembali skema subsidi upah darurat virus corona.
Subsidi tersebut akan diberikan kepada para pekerja yang diberhentikan sementara waktu selama lockdown dan akan menerima 80 persen dari gaji mereka.
Baca juga: Penderita Covid-19 Sembuh Bertambah 132 Orang, Paling Banyak Warga Kota Langsa
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Molor Jadi Minggu Ketiga Bulan Desember, Pemerintah Masih Tunggu EUA dari BPOM
Baca juga: Pernah Kontak Erat dengan Pasien Terkonfimasi Covid, 55 Warga Bireuen Jalani Isolasi Mandiri
Johnson menambahkan toko-toko penting, sekolah, dan universitas akan tetap buka.