Sabtu, 11 April 2026

Merapi Berstatus Siaga

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Tempat-tempat wisata yang ditutup ini, masuk dalam zona rawan terdampak potensi guguran lava dan awan panas Merapi.

Editor: Taufik Hidayat
VolkanoYT
Rekaman video saat Gunung Merapi meletus pada Kamis, 13 Februari 2020 pagi 

SERAMBINEWS.COM, SEMARANG - Sejumlah destinasi wisata di sekitar Gunung Merapi, Yogyakarta tutup sementara seiring meningkatnya aktivitas gunung api tersebut menjadi level Siaga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Biwara Yuswantana mengatakan tempat-tempat wisata yang ditutup masuk dalam zona rawan terdampak potensi guguran lava dan awan panas Merapi.

Beberapa di antaranya yakni Bungker Kaliadem, Bukit Klangon, Kinahrejo, dan makam Mbah Maridjan.

“Objek yang berada dalam radius 5 kilometer dari puncak ditutup sementara,” kata Birawa kepada Anadolu Agency, Jumat (6/11/2020).

Selain itu, pendaki gunung telah dilarang ke area puncak sejak Gunung Merapi berstatus Waspada.

Aktivitas penambangan di sungai yang berhulu dari Merapi juga dilarang untuk sementara waktu.

Baca juga: Gunung Merapi Berstatus Siaga, Ratusan Warga Mulai Dievakuasi dari Zona Rawan

Baca juga: Gunung Merapi Berstatus Siaga, Masuki Fase Intrusi Magma Baru

Baca juga: Takut Gunung Merapi Meletus, FIFA Tak Restui Stadion Mandala Krida sebagai Venue Piala Dunia U-20

Biwara mengatakan, BPBD akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi berdasarkan informasi dari Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk kepentingan mitigasi bencana.

Ratusan warga yang berada di desa-desa rawan terdampak di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten mulai dievakuasi hari ini.

Warga yang dievakuasi merupakan kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil dan menyusui, balita dan anak-anak, serta penyandang disabilitas.

Pada Kamis, BPPTKG menyatakan aktivitas vulkanik Merapi terus meningkatdan dapat memicu proses ekstrusi magma secara cepat atau letusan eksplosif.

Potensi ancaman bahaya berupa guguran lava, lontaran material dan awan panas diprediksi mencapai 5 kilometer.(AnadoluAgency)

Baca juga: Ini 5 Dampak Terhadap Masyarakat Akibat Indonesia Resesi 

Baca juga: Bocah 9 Tahun Berhasil Menangkan Kompetisi Desain Toilet Luar Angkasa

Baca juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Menjaga agar Memori Ponsel tak Penuh

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved