Rabu, 6 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Lebih Senang Donald Trump Pimpin Periode Kedua

Kerajaan Arab Saudi ternyata lebih senang Donald Trump menang dalam pemilihan presiden AS 2020 dan memimpin AS untuk periode kedua.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada para pemimpin Sudan dan Israel saat mengumumkan normalisasi hubungan antara Khartoum dan negara Yahudi itu di Gedung Putih, Washington, AS, Jumat (23/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi ternyata lebih senang Donald Trump menang dalam pemilihan presiden AS 2020 dan memimpin AS untuk periode kedua.

Hal itu seiring kebijakan Trump berjalan dengan baik di Teluk dan sekitarnya, terutama Arab Saudi.

Meskipun kurangnya tindakan terhadap insiden besar seperti serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap raksasa energi Aramco, yang dituduhkan pada Iran.

"Para pejabat Saudi menyukai kepresidenan Trump yang kedua," kata Elham Fakhro, Analis Senior International Crisis Group untuk Negara-negara Teluk, seperti dilansirAP, Minggu (8/11/2020).

"Mereka memandang Trump telah bertindak melindungi kepentingan regional mereka yang paling penting, dengan memberlakukan tekanan keras terhadap Iran ... dan mendorong penjualan senjata ke kerajaan," tambahnya.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Terdiam, Donald Trump Kalah, Joe Biden Terpilih Sebagai Presiden AS

Tetapi, saat ini mulai khawatir bahwa pemerintahan Biden akan meninggalkan kepentingan inti ini, dengan membatalkan sanksi terhadap Iran, kembali ke JCPOA, dan membatasi penjualan senjata.

Gedung Putih juga telah menolak resolusi anti-Saudi di Kongres atas keterlibatan kontroversialnya dalam perang Yaman.

Perang Yaman telah menelan korban ribuan nyawa warga sipil dan pembunuhan jurnalis Saudi yang mengerikan pada 2018 di Turki.

"Kepemimpinan tidak menentu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dari perannya yang dituduhkan dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi hingga perang di Yaman," kata Soufan Center yang berbasis di AS.

"MBS dapat menemukan dirinya terpinggirkan ketika Washington memperhatikan pro dan kontra dari hubungannya dengan Riyadh," tambahnya.

Beberapa jam setelah pemilu akhirnya digelar, para pemimpin Arab bergegas memberi selamat kepada Biden.

Di antara enam negara Teluk, hanya Saudi yang belum bereaksi.

Strategi regional Biden bergulat dengan serangkaian masalah pelik, di mana Trump dituduh lalai atau salah urus.

Mulai dari mengambil peran yang menentukan dalam mengakhiri perang di Libya, hingga menahan kebangkitan Turki dan menghadapi ancaman serangan di Irak.

Baca juga: Pendukung Joe Biden Mulai Berpesta, Pendukung Donald Trump Tetap Berdemo

Para pengamat mengatakan salah satu langkah pertama pemerintah adalah memulihkan kontak dengan Palestina.

Palestina tmarah atas kedutaan AS di Yerusalem dan juga dorongan AS agar dunia Arab menormalisasi hubungan dengan Israel.

Biden dengan sepenuh hati mendukung keputusan beberapa negara Arab untuk menjalin hubungan dengan Israel, dan dia sangat tidak mungkin menutup kedutaan baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved