Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Ini Sudah Berakhir, Dunia Tanpa Trump Lagi

Sejumlah negara di Dunia menanggapi positif atas tersingkirnya Presiden AS Donald Trump dalam pemilihan presiden 2020.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/MANDEL NGAN
Presiden AS Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Sejumlah negara di Dunia menanggapi positif atas tersingkirnya Presiden AS Donald Trump dalam pemilihan presiden 2020.

Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS juga mendapat sambutan positif dari berbagai belahan dunia, dari pemimpinnya sampai rakyatnya.

Di Mesir, di mana pemerintah menindak perbedaan pendapat, aktivis pro-demokrasi menyambut baik kemenangan Joe Biden, lansir AP, Minggu (8/11/2020).

"Ini sudah berakhir, karena Dunia tanpa Trump lagi," kata Anwar el-Hawary, mantan editor surat kabar Mesir Al-Masry Al-Youm, harian independen terbesar di negara itu dalam sebuah posting Facebook.

"Ini menjadi berita termanis sepanjang tahun 2020, ” tambahnya.

Baca juga: Warga Arab Sebut Donald Trump Lebih Cocok Jadi Pemimpin Mafia, Memusuhi Hampir Semua Orang

Banyak orang, terutama di negara-negara dengan politik yang bergejolak, menganggap kemenangan Biden sebagai perbaikan pandangan untuk menghormati demokrasi. Di

antara mereka adalah pemimpin oposisi Tanzania Zitto Kabwe, yang ditangkap dan didakwa melakukan pelanggaran terkait terorisme setelah pemilihan presiden yang kacau di negaranya.

“Kemenangan ini melambangkan harapan akan demokrasi, di saat banyak belahan dunia lain melihat cahaya itu memudar," ujarnya.

"Ini memberi harapan bahwa integritas, kejujuran, dan ketekunan tetap penting,” kata Kabwe.

Presiden Argentina Alberto Fernández mentweet ucapan selamat kepada Biden dan Harris.

Dia menggambarkan kemenangan pemilihan mereka sebagai ekspresi yang jelas dari keinginan rakyat Amerika.

Baca juga: Arab Saudi Lebih Senang Donald Trump Pimpin Periode Kedua

Kemenangan Biden juga mendorong masyarakat yang hidup di bawah pemerintahan populis di Eropa tengah yang telah mengikis norma demokrasi juga menyambut baik.

Donald Trump telah bersahabat dengan pemerintah sayap kanan di Polandia.

Di sana diyakini secara luas dukungannya memungkinkan para pemimpin Polandia merusak independensi peradilan.

"Kekalahan Trump bisa menjadi awal dari akhir kemenangan populisme sayap kanan di Eropa," kata Donald Tusk, mantan pemimpin Uni Eropa dan mantan perdana menteri Polandia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved