Peserta Konsultasi Belajar di Masjid Bertambah
Meningkatnya kepesertaan ini dampak dari belum jelasnya jadwal pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) dengan sistem tatap
* Dampak Jadwal PBM Muka Belum Jelas
KUALASIMPANG - Jumlah sekolah di Aceh Tamiang yang melaksanakan program konsultasi belajar di masjid terus bertambah. Meningkatnya kepesertaan ini dampak dari belum jelasnya jadwal pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) dengan sistem tatap muka di kabupaten tersebut.
Kabid Dikdas Disdikbud Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto, menjelaskan, sekolah yang melibatkan siswanya dalam program konsultasi belajar di masjid sudah mencapai 90 unit. Jumlah ini bertambah drastis dibanding pada tahap awal yang hanya diikuti oleh siswa dari 58 sekolah.
Sekolah yang melaksanakan program konsultasi belajar di masjid, sebutnya, terdiri atas 20 SD dan 12 SMP. Sedangkan sisanya adalah sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan Aceh yaitu SMK dan SMA serta yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) yaitu MIN hingga MAN.
“Artinya, sampai hari ini kita semua masih tetap semangat menjaga kualitas pendidikan di tengah keterbatasan akibat Covid-19,” kata Bambang Supriyanto kepada, Serambi, Minggu (8/11/2020).
Kembali diulanginya, program konsultasi ini hanya bersifat imbauan dan tidak harus dipatuhi oleh sekolah. Makanya, Bambang mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang tidak mempersoalkan masih banyak sekolah yang tidak mengikuti program ini. “Untuk level SD dan SMP saja kita ada 230 sekolah. Jadi, masih banyak yang tidak ikut. Tapi, karena ini tidak wajib, ya tidak masalah,” ungkapnya.
Kabid Dikdas Disdikbud Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto, juga menjelaskan, program konsultasi belajar di masjid ini hanya satu dari beberapa solusi yang dilakukan Pemkab Aceh Tamiang dalam menyelenggarakan kegiatan belajar di masa pandemi Covid-19. Dia cukup memahami penyelenggaraan konsutasi di masjid sangat dipengaruhi oleh sikap Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan orang tua masing-masing siswa.
Sebagai gantinya, tambah Bambang, Disdikbud Aceh Tamiang menyediakan program lain yakni konsultasi belajar di rumah siswa dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan aplikasi Tamiang Pande. Melalui, sebutnya, melalui aplikasi ini, siswa bisa mendengarkan langsung penjelasan dari guru yang disajikan secara virtual. (mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/taktik-koper.jpg)