Breaking News:

Jalur Rempah Aceh Jadi Warisan Dunia

Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Editor: bakri
For Serambinews.com
Nova Iriansyah 

* Diusulkan Kemendikbud ke Unesco

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang akan mengusulkan jaringan perdagangan rempat-rempah nasional menjadi warisan budaya dunia ke Unesco pada tahun 2024 mendatang.

“Dari 20 titik lokasi jalur perdagangan rempat-rempah nasional, dua diantaranya ada di Aceh, “ kata Nova dalam pidatonya yang dibacakan Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek MH pada acara Webinar Jalur Rempah Poros Sumatera ‘Peluang dan Tantangan Jalur Rempah di Aceh’, yang diikuti empat narasumber,  Senin (9/11/2020) yang dilaksanakan melalui zoom meeting di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) Aceh.

Keempat narasumber tersebut adalah Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan  Kebudayaan Kemendikbud Dr Restu Gunawan SH MHum, Anggota DPR RI Komisi X Illiza Sa’aduddin Jamal SE,  Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin SIP, dan Asisten II Setda Aceh HT Ahmad Dadek SH MH.

Gubernur Aceh menyebutkan, dua titik lokasi jalur perdagangan rempah nasional yang terdapat di Aceh, pertama di Kota Banda Aceh, yang merupakan representasi lokasi Kerajaan Aceh Darussalam dan Kabupaten Aceh Utara, yang merupakan representasi lokasi Kerajaan Samudera Pasai.

Dikatakan, puncak kejayaan jalur perdagngan rempah-rempah di Aceh, terutama untuk komoditi lada, terjadi pada abad ke 16, pada saat kesultanan Aceh berdiri. Kesultanan yang menguasai pantai barat hingga timur Sumatera ini kaya raya karena perdagangan ladanya.

Saat itu, lada tidak hanya dipakai sebagai menggenjot prekonomian, tapi juga digunakan sebagai alat diplomasi. “Ada sebuah misi untuk mengirim upeti berupa lada satu kapal penuh kepada kerajaan Turki yang telah melindungi kerajaan Aceh dari serangan Portugis dan musuh lain,” terangnya.

Karena jarak dari Aceh ke Turki terlalu jauh, untuk bertemu Raja Turki juga tidak gampang. Lada satu kapal yang dibawa, sebagian dijual untuk pemenuhan kebutuhan bekal dalam perjalanan, sisanya ada secupak lagi atau sekitar 678 gram, diserahkan kepada Raja Turki.

Raja membalas pemberian lada secupak dari Kerajaan Aceh itu dengan memberikan bantuan meriam yang diberi nama meriam Secupak. Meriam Secupak itu, saat ini masih tersimpan di Museum Militer Bromberg Belanda.

Asisten II Setda Aceh, Ahmad Dadek mengatakan, catatan FAO pada tahun 2016, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil rempah-rempah terbaik dunia. Indonesia menempati peringkat keempat dunia dengan total ekspor rempahnya 113.649 ton dengan nilai 652,3 juta dolar AS. Sementara rempah yang paling dominan adalah lada, cengkeh, kayu manis. pala, vanili, jahe, kunyit.

Untuk mendukung Kemendikbud mendaftarkan jalur perdagangan rempah nasional menjadi warisan budaya dunia ke Unesco, Pemerintah Aceh akan membuat kebijakan dalam bidang kebudayaan. Salah satunya adalah Qanun Kebuadayaan yang memuat upaya-upaya perlindungan terhadap situs-situs dan nilai kejayaan Aceh yang berkaitan dengan rempah, seperti bekas-bekas Kerajaan Gampong Pande. Di Pase, makam-makam raja, pedagang, pelabuhan dan barang berbentuk fisik , bekas perkebunan rempah-rempah dan tempat produksi.

Sementara Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud,  Dr Restu Gunawan SH MHum mengatakan, kenapa Aceh pada zaman kerajaan Kesultanan Iskandar Muda dan Teuku Umar, terkenal sebagai pedagangan rempah-rempah yang tangguh, karena di Aceh banyak ditanam rempah-rempah.

Rempak-rempah yang banyak ditanam di Aceh, membuat Bangsa Eropa, seperti Portugis, maupun Cina mencari rempah hingga ke Aceh. Selain itu, dahulu pengangkutan rempah-rempah masih menggunkan angkutan kapal layar dan lokasi Aceh dinilai waktu itu sangat strategis. Kapal yang mau berlayar ke Hindia, Eropa, Amerika dan Arab, melalui lautan Aceh.

Kemendikbud, kata Restu, sangat memberikan apresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Aceh, atas rencana Kemendikbud mendaftarkan Jalur Perdagngan Rempah-Rempas Nasional ke Unesco sebagai pengakuan warisan budaya dunia.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved