Breaking News:

Berita Banda Aceh

Praktisi Hukum: Calon Wakil Gubernur Aceh Mutlak Hak Partai Pengusung Irwandi-Nova

"Posisi jabatan Wakil Gubernur Aceh yang ditinggalkan Nova Iriansyah, itu mutlak menjadi hak partai politik pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Praktisi hukum, Auzir Fahlevi SH. 

"Posisi jabatan Wakil Gubernur Aceh yang ditinggalkan Nova Iriansyah, itu mutlak menjadi hak partai politik pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah saat maju Pilkada 2017 lalu," katanya kepada Serambinews.com, Selasa (10/11/2020).

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Posisi jabatan Wakil Gubernur Aceh yang ditinggalkan Nova Iriansyah yang telah diangkat menjadi Gubernur Aceh, kini masih lowong dan menjadi isu hangat di Aceh.

Praktisi hukum, Auzir Fahlevi SH menilai, bahwa yang berhak mengisi posisi tersebut merupakan utusan dari partai pengusung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 silam.

Pendapat tersebut disampaikan Auzir, menanggapi soal dinamika nama-nama yang diproyeksikan menjadi calon Wakil Gubernur Aceh pengganti Nova Iriansyah.

"Posisi jabatan Wakil Gubernur Aceh yang ditinggalkan Nova Iriansyah, itu mutlak menjadi hak partai politik pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah saat maju Pilkada 2017 lalu," katanya kepada Serambinews.com, Selasa (10/11/2020).

Hal itu, lanjutnya, diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 (UUPA) dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Pasal 54 ayat 3 UUPA, sebut dia, telah sangat jelas diterangkan bahwa, apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Gubernur/Wakil Bupati/Wakil Walikota yang sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan,Gubernur/Bupati/Walikota mengusulkan dua orang calon Wakil Gubernur/Wakil Bupati/Wakil Walikota.

Baca juga: Fakta-fakta Kepulangan Habib Rizieq Shihab: Lambaikan Tangan ke Massa hingga Bandara Soetta Lumpuh

Untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRA atau DPRK, berdasarkan usulan partai politik atau gabungan partai politik, atau partai politik lokal atau gabungan partai politik lokal yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota.

"Jadi secara otomatis tentunya secara aturan  undang-undang, maka partai politik atau gabungan partai politik pengusung yang memiliki hak dan otoritas untuk mengusulkan dua nama calon Wakil Gubernur Aceh sisa periode 2017-2022 mendatang," jelas advokat ini.

Bahkan pasal 176  ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016  juga mengatur tentang hal tersebut yaitu, apabila Wakil Gubernur,Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan, maka pengisian wakil kepala daerah itu dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD provinsi atau DPRD kabupaten/kota.

Berdasarkan usulan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung.

Lalu partai politik pengusung mengusulkan dua orang nama calon Wakil Gubernur, Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota kepada DPRD melalui Gubernur, Bupati atau Wali Kota untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

"Jadi sangat aneh, kalau ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menarik figur atau nama politisi lain di luar ranah partai politik pengusung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah," ungkap dia.

Ia berharap Gubernur Aceh, Nova Iriansyah harus mampu berperan dan membangun komunikasi yang baik dengan partai pengusung lainnya supaya stabilitas pemerintahannya ke depan lebih kondusif.

"Tidak ada salahnya jika memprioritaskan calon Wakil Gubernur itu dari kalangan PNA untuk kondusifitas iklim pemerintahan dan politik ke depan," demikian Auzir Fahlevi. (*)

Baca juga: Massa yang Jemput Habib Rizieq Membludak, 28 Penerbangan Terganggu, Delay Sampai 3 Jam

 
 
 
 
 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved