Berita Aceh Besar
Ironi! Lampu Jalan Banyak Padam di Abes Meski Pendapatan PJU Capai Rp 28 Miliar, Begini Respon Dewan
Anggota DPRK Aceh Besar, Nasruddin M Daud menyoroti banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) padam di kawasan Aceh Besar (Abes).
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Laporan Asnawi Luwi | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Anggota DPRK Aceh Besar, Nasruddin M Daud menyoroti banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) padam di kawasan Aceh Besar (Abes).
Ironisnya, kondisi penerangan jalan umum yang tidak berfungsi maksimal tersebut terjadi di tengah pendapatan PJU yang lumayan tinggi mencapai Rp 28 miliar pada tahun 2020.
"Pendapatan PJU di Aceh Besar tahun 2020 mencapai Rp 28 miliar. Ini pendapatan yang cukup besar, namun sayangnya untuk lampu jalan atau PJU yang menyala sangat minim di Aceh Besar," sorot Nasruddin M Daud yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK Aceh Besar kepada Serambinews.com, Rabu (11/11/2020).
Nasruddin mencontohkan, lampu penerangan jalan yang padam itu seperti di lintasan Simpang Bundaran Lambaro hingga Jalan Soekarno Hatta, Ring Road-Lampeneurut, Jalan Pagar Air-Meunasah Manyang, Simpang Anuek Galong-Montasik, hingga Blangbintang-Lambaro, dan sejumlah titik lainnya.
Menurut Nasruddin, berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah, minimal 10 persen konstribusi dari anggaran pendapatan dialokasikan untuk pemeliharaan terhadap PJU terpasang.
Baca juga: Mulai Dini Hari Nanti, Jalan Tol Blang Bintang - Indrapuri Aceh Besar Sudah Berbayar, Ini Tarifnya
Baca juga: Suami Marah Besar, 3 Bulan Istri Dirawat di Rumah Sakit tak Boleh Jenguk, Begitu Pulang Sudah Hamil
Baca juga: VIDEO Tiga Perampok Kasus Penyekapan Warga Nagan Raya Ditangkap Polisi
Namun faktanya, beber dia, banyak lampu jalan dibiarkan mati di Aceh Besar dan bola lampu yang putus tidak terganti bertahun-tahun.
“Hal ini terjadi diduga karena anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan atau perbaikan lampu penerangan jalan sangat minim,” ulasnya.
Dampak minimnya dana pemeliharaan lampu jalan itu, papar Nasruddin, menyebabkan daerah Aceh Besar yang memiliki lampu penerangan jalan terluas atau terbanyak tidak berfungsi maksimal alias banyak yang padam.
“Kondisi ini tentu menyebabkan rawannya terjadi kecelakaan lalu lintas, rawan kriminalitas, dan membuat wajah Aceh Besar pada malam hari menjadi tidak indah, sehingga terkesan menjadi kabupaten tergelap bila dibandingkan dengan Kota Banda Aceh,” tukasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nasruddin-m-daud-anggota-dprk-abes.jpg)