Senin, 13 April 2026

Video

VIDEO - Operasi Terhadap Muslim Menyebabkan REAKSI PENOLAKAN di Austria

Penahanan aktivis dan akademisi terkenal di Austria dengan kedok "memerangi terorisme" telah menimbulkan reaksi penolakan.

Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Muhammad Hadi

SERAMBINEWS.COM, WINA - Wawancara dengan aktivis Austria Michael Probsting di Wina, Austria pada 11 November 2020 mengenai operasi melawan Muslim.

Penahanan aktivis dan akademisi terkenal di Austria dengan kedok "memerangi terorisme" telah menimbulkan reaksi penolakan.

Kemendagri Austria mengklaim bahwa operasi yang dilakukan pada Senin (9/11/2020) terhadap organisasi teroris dan mereka yang mendanai mereka, para aktivis hak asasi manusia menyebut mereka sebagai penyamaran.

Tindakan terburu-buru intelijen Austria meski memiliki informasi penting mengenai penembakan massal yang menewaskan empat orang dan melukai 22 orang di Wina pekan lalu telah menerima kritik tajam.

Pada hari Senin lalu, dilakukan penggerebekan di 60 alamat dan 30 orang muslim (akademisi dan aktivis) ditahan.

Pemerintah Austria mengklaim sebagai pukulan telak untuk terorisme, namun dibebaskan pada malam harinya.

Aktivis I.R.I. yang ditahan sebentar mengingat cobaan beratnya.

Baca juga: Perlu Diketahui, Ini 20 Tips Agar Belanja Online Lebih Aman saat Harbolnas 11.11

I.R.I, yang memimpin demonstrasi melawan diktator militer Mesir Abdulfettah al-Sisi, mengatakan bahwa kata-kata tersebut gagal menggambarkan pengalaman banyak Muslim yang ditahan bersamanya hari itu.

I.R.I yang tak mau namanya diungkapkan karena penyelidikan sedang berlangsung, mengatakan polisi mendobrak rumah mereka pada dini hari.

Mereka memasuki kamar tidur dengan senjata laras panjang dan memperlakukan mereka layaknya teroris.

"Kalau polisi mau menginterogasi saya cukup dengan mengirim surat atau mengetuk pintu. Saya akan membuka pintu, tapi mereka memperlakukan kami seperti teroris," kata I.R.I.

Baca juga: Waspada Sejak Dini! Ini 8 Gejala Awal Stroke, Mulai Sakit Kepala Parah Hingga Pendarahan di Hidung

I.R.I. mengatakan operasi ini dapat terjadi di negara-negara yang diperintah oleh diktator tetapi tidak di jantung Eropa.

Aktivis itu membantah klaim Mendagri Austria, Karl Nehammer bahwa operasi itu tidak terkait dengan serangan teroris pekan lalu.

"Penggerebekan polisi hari sebelumnya dilakukan untuk menutupi kesalahan Kemendagri."

Baca juga: VIRAL Bila Biasanya Lomba Lari dengan Manusia, Beberapa Pemuda Malah Tanding Lawan Kambing

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved