Video
VIDEO - Operasi Terhadap Muslim Menyebabkan REAKSI PENOLAKAN di Austria
Penahanan aktivis dan akademisi terkenal di Austria dengan kedok "memerangi terorisme" telah menimbulkan reaksi penolakan.
Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Muhammad Hadi
Aktivis Austria Michael Probsting mengatakan bahwa operasi dimana puluhan Muslim ditahan merupakan indikasi yang jelas dari tekad mereka untuk menindas agama dan pandangan dunia, bentuk ketidakpuasan pemerintah, seperti di Prancis.
“Kebebasan berbicara hanya untuk Charlie Hebdo dan mereka yang membenci Islam.
Namun, kebebasan berpikir ditolak bagi mereka yang membela hak-hak Muslim dan yang menentang rasisme dan Islamofobia. Itu adalah skandal besar,” kata Probsting.
“Saya bukan seorang Muslim. Muslim dan non-Muslim harus bertindak bersama untuk membela hak-hak dasar demokrasi, ”tambahnya.
Baca juga: Pemko Banda Aceh Bongkar Bagian Bangunan Menyalahi Izin di Lamteumen Timur, Ini Penegasan Wali Kota
Pada konferensi pers di Wina pekan lalu, Medagri Nehammer mengatakan penyerang yang tewas dalam operasi polisi setelah serangan itu, adalah simpatisan kelompok teror Daesh/ISIS.
Pria bersenjata itu, yang kemudian diidentifikasi sebagai Kujtim Fejzulai, berwarganegara Austria-Makedonia. Dia pergi ke Slovakia untuk mencari amunisi tetapi ditolak karena dia tidak memiliki izin kepemilikan senjata.
Informasi ini diketahui oleh intelijen Austria tetapi tidak dibagikan dengan jaksa, tambah Nehammer.(*)
Sumber: Anadolu Agency
Baca juga: Aksi Heroik Warga Muslim Selamatkan Korban Teror di Wina, Sempat Dituduh Terlibat Penyerangan
Baca juga: Mengenal Media Satir Perancis, Charlie Hebdo, Tak Jera Meski Karyawannya Pernah Tewas Diserang