Kamis, 11 Juni 2026

Internasional

Pendukung Trump Terkemuka, Evangelis Jeffress Mengakui Kemenangan Joe Biden

Pendeta Evangelis Robert Jeffress menjadi salah satu pendukung terkenal Presiden AS Donald Trump.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Reuters
Presiden AS Donald Trump bersama Pendeta Robert Jeffress pada rapat umum "Rayakan Kebebasan" di Washington, pada Juli 2017. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINTON - Pendeta Evangelis Robert Jeffress menjadi salah satu pendukung terkenal Presiden AS Donald Trump.

Dia secara terbuka mengakui pemilihan dimenangkan oleh Joe Biden dan untuk mendorong para pengikutnya berdoa untuk Biden.

“Ketika Joe Biden menjadi presiden, kita harus memuji dia atas hal-hal yang dia lakukan dengan benar," ujarnya.

"Kita harus mengutuk kesalahan yang dia lakukan dan yang terpenting, kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk presiden kita,” tulis Jeffress dalam sebuah opini untuk Fox News, Kamis (12/11/2020).

“Jika Presiden Biden berhasil, kita semua berhasil," katanya.

"Semoga Tuhan memberkati Joe Biden, dan semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat," harapnya.

Baca juga: Menolak Hasil Pemilu, Trump Gunakan Senjata Baru

Jeffress, yang sering berkunjung ke Gedung Putih yang bepergian dengan Trump selama kampanye 2016, adalah pendeta senior di First Baptist Church di Dallas, dan khutbahnya disiarkan di 1.200 stasiun televisi di seluruh AS.

Jeffress juga sering menjadi tamu di Fox News , sehingga suaranya menjangkau banyak pemilih Trump yang evangelis.

Pesannya kepada mereka yang menolak untuk menerima kemenangan nyata Biden sederhana, jangan munafik.

“Selalu lebih mudah untuk menyerahkan dan mendoakan seseorang ketika dia adalah kandidat pilihan kami," katanya.

"Tapi benar-benar memenuhi jalan ketika orang yang menjabat bukan orang yang kami dukung, ”tulis Jeffress.

“Inilah kesempatan kami untuk menunjukkan bahwa orang Kristen bukanlah orang munafik,” ujarnya.

Baca juga: Donald Trump Anggap Dirinya Tetap Bertugas Empat Tahun Lagi, Mulai Siapkan Pegawai Baru Gedung Putih

Dia juga mengatakan Trump sepenuhnya berhak untuk menantang hasil pemilihan di pengadilan, tetapi dia tetap skeptis bahwa kasus-kasus itu akan menghasilkan pemenang baru.

"Saya tidak berpura-pura menjadi ahli pemilu," kata Jeffress kepada Dallas Morning News dalam wawancara telepon.

"Saya yakin jika ada penipuan semacam itu, itu akan terungkap," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved