Jumat, 12 Juni 2026

Internasional

Presiden Donald Trump Membersihkan Pentagon, Warga Amerika Serikat Mulai Khawatir

Presiden AS Donald Trump telah membuat perubahan besar-besaran dalam kepemimpinan tertinggi Pentagon.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Brendan Smialowski
Presiden AS Donald Trump menghadiri upacara peletakan karangan bunga pada Peringatan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington, Virginia, AS, Rabu (11/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump telah membuat perubahan besar-besaran dalam kepemimpinan tertinggi Pentagon.

Pembersihan kantor pusat pertahanan utama AS itu dimulai dengan pemecatan Menteri Pertahanan Mark Esper dan berlanjut pada jajaran senior.

Tiga pejabat senior mengundurkan diri pada Selasa (10/11/20200 termasuk Wakil Menteri Kebijakan dan Intelijen.

Kepala staf Esper juga mengundurkan diri.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran di Capitol Hill bahwa ketidakstabilan di Pentagon dapat membuat musuh AS berani selama transisi presiden.

James Anderson, yang bertindak di bawah Sekretaris Kebijakan, posisi No. 3 Pentagon, mengundurkan diri dan digantikan oleh Anthony Tata.

Dia merupakan seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat yang pernah menyebut mantan Presiden Barack Obama sebagai "pemimpin teroris."

Tata telah menarik namanya untuk jabatan Pentagon pada Agustus 2020 sebelum menghadapi sidang konfirmasi yang diperdebatkan di Senat.

Dia kemudian ditempatkan di pekerjaan lain yang tidak membutuhkan pemeriksaan.

Baca juga: Bisakah Donald Trump Melakukan Kudeta? Para Ahli Mulai Bertanya-tanya

Senator Republik, Adam Smith, Ketua Komite Angkatan Bersenjata DPR, menyebut perubahan itu sangat mengkhawatirkan.

"Sulit untuk melebih-lebihkan betapa berbahayanya pergantian tingkat tinggi di Departemen Pertahanan selama periode transisi kepresidenan," kata Smith dalam sebuah pernyataan.

"Para profesional di departemen tersebut mengundurkan diri, sehari setelah Menteri Pertahanan mengundurkan diri dan dipecat bisa menandai awal dari proses memusnahkan Departemen Pertahanan.

Dia mengatakan hal itu telah membuat khawatir semua orang Amerika.

"Jika ini awal dari sebuah tren, presiden memecat atau memaksa para profesional keamanan nasional untuk menggantikan dengan orang yang dianggap lebih setia kepadanya, maka 70 hari ke depan akan sangat berbahaya dan benar-benar berbahaya," katanya.

Juga pada Selasa (10/11/2020), Wakil Menteri IntelijenJoseph Kernan, dan mantan kepala staf Esper, Jen Stewart mengundurkan diri.

Baca juga: Mantan Wakil Kepala FBI Nilai Trump Dapat Membuat Keamanan Nasional Berbahaya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved