Berita Bireuen
Mahasiswa Unimal Latih Warga Peusangan Buat Sabun Cair, Begini Prosesnya
Dijelaskan, proses pembuatan sabun cuci piring menggunakan beberapa bahan yaitu texapon, SLS dan Nacl ditambah dengan bahan pelengkap lainnya...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Dijelaskan, proses pembuatan sabun cuci piring menggunakan beberapa bahan yaitu texapon, SLS dan Nacl ditambah dengan bahan pelengkap lainnya, seperti pewarna dan pewangi. Sehingga, menghasilkan warna dan wangi serta dapat menghilangkan bau amis pada piring.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sejumlah mahasiswa Unimal Lhokseumawe yang sedang Kuliah Kerja Nyata Balik Kampung (KKN BK) di Desa Cot Keuranji, Peusangan, Bireuen, Rabu (11/10/2020) melatih kaum ibu membuat sabun cair untuk cuci piring.
Mairisa Fitri, selaku ketua mahasiswa KKN-BK yang tergabung dalam kelompok 084 kepada Serambinews.com, Jumat (13/10/2020) mengatakan, pelatihan dan praktik membuat sabun cair berlangsung di halaman Meunasah Gampong Cot Keuranji, Peusangan.
Kegiatan tersebut, merupakan ide dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 084 dibawah bimbingan Dr EM Yusuf IS SE MSi.
Dijelaskan, proses pembuatan sabun cuci piring menggunakan beberapa bahan yaitu texapon, SLS dan Nacl ditambah dengan bahan pelengkap lainnya, seperti pewarna dan pewangi.
Sehingga, menghasilkan warna dan wangi serta dapat menghilangkan bau amis pada piring.
Maulida juga menambahkan, pembuatan sabun cuci piring bertujuan, agar masyarakat setempat dapat mengetahui dan melihat secara langsung pembuatan sabun cuci piring yang mereka praktikkan.
Baca juga: Lhokseumawe Masuk Zona Orange, tak Ada Kepastian Kapan PMB Secara Tatap Muka Bagi SMA dan SMK
Selain untuk menambah pengetahuan masyarakat, juga dapat menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu kegiatan produktif disaat pandemi Covid-19, untuk menambah perekonomian masyarakat setempat.
Dosen pembimbing lapangan Dr EM Yusuf IS SE M Si menambahkan, sabun cair cuci piring merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan rumah tangga.
Hal ini karena sabun cair digunakan setiap hari untuk mencuci alat-alat dapur, salah satunya untuk mencuci piring.
Diharapkan, kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat.
Saat pelatihan sekaligus praktik, masyarakat Cot Keuranji sangat antusias dalam kegiatan proses pembuatan sabun cuci piring.
Salah satunya adalah Rahmah, ia memberikan masukan dalam proses pembuatan sabun cuci piring.
Mahasiswa KKN BK kelompok 084, selain praktik membuat sabun juga membagi sabun cuci piring kepada semua perangkat desa serta masyarakat desa setempat.
"Selain praktik, kami juga membagi sabun cuci piring cair kepada perangkat desa dan warga," imbuh Mairisa yang didampingi Siti hajar, Maulida, Fitri Anggriani, dan Nurhalimah. (*)
Baca juga: VIRAL Derai Air Mata Ayah Ingat Almarhum Nenek Ketika Bersihkan Rumah, Ingat Masa Kecil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-unimal-kkn-praktik-membuat-sabun-cair-di-bireuen.jpg)