Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Buku Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh Kupas Era Keemasan Kerajaan Samudra Pasai, Bisa Jadi Referensi

Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Hamdani Mulya kembali menulis sebuah buku berjudul; ‘Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh Permata Ilmu dari Aceh’.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
Foto Kiriman Hamdani Mulya
Buku "Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh" 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Hamdani Mulya kembali menulis sebuah buku berjudul; ‘Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh Permata Ilmu dari Aceh’.

"Buku ‘Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh’ saya tulis sebagai referensi pembelajaran sejarah agar para generasi muda memahami bahwa nenek moyang kita dulu merupakan keturunan bangsa yang disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa luar," ungkap Pak Ham--sapaan akrab guru Bahasa dan Sastra Indonesia itu dalam rilisnya kepada Serambinews.com, Minggu (15/11/2020).

Menurutnya, buku karangan dia itu sudah diterbitkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, setelah lulus seleksi naskah oleh para ahli.

"Buku mulai diluncurkan pada November 2020. Jadi, buku ini sangat layak menjadi rujukan guru sejarah, siswa, dosen, dan mahasiswa sebagai panduan pembelajaran sejarah di Tanah Air," paparnya.

Dalam buku setebal 108 halaman tersebut dikisahkan kalau Sultan Malikussaleh adalah seorang pemimpin dan negarawan sejati.

Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Samudra Pasai mencapai puncak kemajuan dan era keemasannya, di mana Aceh gemilang dengan kemajuan peradaban ilmu pengetahuan yang tinggi.

Baca juga: Anda Sudah Bisa Kembali Kunjungi Museum Kota Lhokseumawe Mulai Besok, Buka Lagi Usai Tutup 8 Bulan

Baca juga: Status Abdya Masih Zona Oranye, 2 Pasien Positif & 2 Probable Covid-19 Dirawat, 47 Suspect Diisolasi

Baca juga: Tokoh Media Muslim, Amani Al-Khatahtbeh Ribut dengan Pria Kulit Putih, Ditangkap di Bandara Newark

D isamping itu, buku tersebut juga mengisahkan tentang tokoh petualang dunia yang pernah berkunjung ke Samudra Pasai, seperti Ibnu Bathutah.

Serta merekam jejak peninggalan sejarah seperti etnografika, filologika, numismatika, dan historika koleksi Museum Islam Samudra Pasai.

Untuk diketahui, Hamdani Mulya merupakan putra asli Pasai yang dilahirkan di Desa Paya Bili, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara pada 10 Mei 1979.

Mengecap pendidikan di SMAN 1 Samudra Geudong tahun 1995-1998. Ia sangat tertarik menulis sejarah Samudra Pasai sebagai tanda cinta kepada tanah leluhurnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved