Breaking News

Update Corona di Abdya

Alhamdulillah, Kasus Positif Covid-19 di Abdya Kosong Selama Enam Hari Terakhir

Kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Abdya tidak terjadi penambahan selama 6 hari terakhir atau hingga Senin (16/10/2020).

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Saifullah
hand over dokumen pribadi
Kadis Kesehatan Abdya, Safliati, SST, MKes 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak terjadi penambahan selama enam hari terakhir atau hingga Senin (16/10/2020).

Update data terakhir yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Senin (16/11/2020) pukul 17.00 WIB, mengungkapkan bahwa kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tetap berjumlah 90 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020.

“Terakhir, kasus positif bertambah 2 orang pada 10 November lalu, sehingga total menjadi 90 kasus. Setelah itu, tak terjadi penambahan hingga hari ini (Senin),” kata Kepala Dinkes Abdya, Safliati, SST, MKes kepada Serambinews.com, Senin (16/11/2020) malam.

Penambahan 2 kasus baru sejak enam bari lalu, bebernya, adalah pasien berinisial A (43), laki-laki warga Kecamatan Blangpidie yang dirawat di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya.

Satu lagi kasus positif Covid-19 yakni I (57), perempuan warga Kecamatan Blangpidie yang kini dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Baca juga: Danlanal Lhokseumawe Tutup Penerimaan Anggota Saka Bahari Binaan Lanal

Baca juga: Lantik Sekda Aceh Timur, Ini Pesan Bupati Rocky

Baca juga: Polisi tak Lakukan Penilangan Selama Operasi Zebra Seulawah 2020, Tapi Lebih Dominan Lakukan Ini

Sementara 81 pasien positif Covid-19 lainnya dinyatakan sembuh atau tidak ada lagi gejala setelah dirawat di RSUZA Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya.

Sedangkan 7 pasien positif Covid-19 Abdya meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa, dan 1 warga Kecamatan Lembah Sabil.

Lebih lanjut, Safliati merincikan, pasien Probable yang sebelumnya disebut PDP (Pasien Dalam Perawatan (PDP) di Abdya hasil pendataan sejak Maret lalu, berjumlah 47 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 orang dinyatakan sembuh setelah dirawat/isolasi di RSUTP Abdya dan RSUZA Banda Aceh, 2 orang masih dalam perawatan, dan 3 orang meninggal dunia.

Sementara warga Abdya yang masuk data suspect Covid-19 atau yang sebelumnya dinamakan ODP (Orang Dalam Pemantauan) hingga Minggu (15/11/2020) sore, beber Kadis Kesehatan, berjumlah 163 orang.

Baca juga: AKBP Yogi Menangis di Pengadilan, Curhat Keretakan Rumah Tangga dengan Pinangki

Baca juga: Joe Biden Hadapi Tugas Berat, Dari Kongres yang Terpecah Sampai Penolakan Trump dan Pendukungnya

Baca juga: Polisi akan Periksa Gubernur Anies, Terkait Kerumunan di Acara Pernikahan Putri Habib Rizieq Shihab

Dari total suspeck tersebut, sebanyak 116 orang selesai menjalani isolasi di rumah dengan hasil tanpa gejala, dan 47 orang masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Zona Kuning
Seperti diketahui, jumlah kasus positif dan Probable Covid-19 Abdya cenderung menurun selama sepekan terakhir.

Alhasil, Kabupaten Abdya yang selama ini masuk zona oranye atau zona risiko sedang, kembali turun masuk zona kuning atau zona risiko rendah penyebaran Covid-19.

Perkembangan menggembirakan itu merupakan hasil pemetaan yang dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.

“Abdya masuk zona kuning diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat pada Rabu lalu,” kata Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes kepada Serambinews.com, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Hindari Kerusakan Lingkungan, YARA Minta Pemerintah Tinjau Maraknya Galian C di Aceh Barat

Baca juga: Mau Ikut Program ‘Goes To Campus’ Forum Komunikasi BUMN Aceh, Daftar di Link Ini dan Bebas Biaya

Baca juga: Pembersihan Pentagon, Trump Ingin Mempercepat Penarikan Pasukan Dari Afghanistan

Namun begitu, Safliati mengingatkan, penurunan zona risiko dari orange menjadi kuning tidak lantas membuat masyarakat menjadi lengah. Meskipun risiko turun menjadi zona kuning, mayarakat diminta agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran diri.

“Protokol kesehatan (protkes) tetap mutlak harus dilaksanakan dalam setiap kegiatan sehari-hari,” tegas Safliati, juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved