Internasional
Klinik Bersalin, Penculik dan Petugas Korup Jadi Perantara Perdagangan Bayi di Nairobi (Habis)
Penculik jalanan seperti Anita dan pejabat korup seperti Fred Leparan, ada lapisan lain dalam bisnis perdagangan anak Nairobi.
Kehamilan telah membuat dia kehilangan pekerjaannya di sebuah lokasi konstruksi ketika tidak bisa lagi membawa kantong semen yang berat.
Baca juga: Wanita Kenya Gagal Hamil Putus Asa, Mencari Bayi Untuk Dibeli (2)
Selama tiga bulan, tuan tanah memberinya anugrah, lalu dia mengusirnya dan menaiki tempat itu.
Maka Adama memutuskan untuk menjual bayinya.
Mary Auma tidak menawarinya 45.000 shilling yang dia coba minta.
Dia memberi tahu Adama bahwa kesepakatan itu hanya 10.000 shilling atau 70 Euro.
“Tempatnya kotor, dia akan menggunakan wadah kecil untuk darah, dia tidak punya baskom, dan tempat tidurnya tidak bersih,” kata Adama kemudian, dalam wawancara di desanya.
"Tapi saya putus asa dan saya tidak punya pilihan," tambahnya.
Adama mengatakan saat masuk ke klinik, Mary Auma baru saja membujuknya, tanpa peringatan, dengan memberikan tablet untuk ditelan.
Auma memiliki pembeli dan sangat ingin melakukan penjualan.
Namun kelahirannya tidak mulus.
Bayi laki-laki itu mengalami masalah dan Auma menyuruh Adama untuk membawanya ke rumah sakit Mama Lucy untuk perawatan.
Setelah dua minggu, Adama dipulangkan dengan bayinya.
Dia mengirim sms ke Auma, dan Auma mengirim sms kepada kami.
"Paket baru telah lahir," tulisnya. 45.000 ribu shilling.
Di klinik, Adama dipertemukan kembali dengan Auma dan asistennya.
"Mereka bilang bayinya baik-baik saja dan jika klien menginginkannya, dia akan langsung dibawa," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ibu-dan-anaknya-di-nairobi-kenya.jpg)